dan Kendaraan itu bernama Investasi

Investasi diibaratkan sebagai kendaraan oleh Ahmad Gozali sang Wealth Optimizer dari Zelts Consulting

Berikut petikan twit #Invest pada Mei 2012 sebagaimana telah dinarasikan kembali oleh Tim @CerdasKeuangan

1. #Invest itu seperti kendaraan, yang membawa kita dari kondisi keuangan sekarang, ke kondisi keuangan tertentu di masa depan atau sesuai dengan tujuan.

2. Selain perlu kendaraan, #Invest kita juga perlu punya peta, itulah strategi investasi kita. Lewat mana, speed berapa, isi bensin dimana, dan lain-lain.

3. Ibarat perjalanan, situasi dan kondisi keuangan = diibaratkan sebagai start, tujuan keuangan = diibaratkan sebagai finish, strategi = diibaratkan sebagai peta, produk keuangan = diibaratkan sebagai kendaraan, uang = diibaratkan sebagai bensin.

4. Tentukan dulu start & finishnya, lalu buat jalurnya di peta. Dari situ, baru kita bisa pilih kendaraan apa yg cocok untuk investasi.

5. Tentunya pemilihan kendaraan Investasi ini harus disesuaikan juga dengan bensin yang dapat kita beli dengan uang yang ada.

6. Maka pertanyaan “Investasi apa yang paling bagus?” tidak akan dapat dijawab jika tidak tahu kapan start, finish, peta dan berapa persediaan bensinnya.

7. Bagus mana #Invest A atau B? Jawaban paling tepat adlah fahami A, fahami B, baru bisa tahu mana yang paling cocok dengan perjalanan Anda.

8. Secara umum, #Invest bisa dianalogikan jadi 3 tipe: Angkutan umum (bis, angkot, dll), Taxi, dan Angkutan Gelap (taxi gelap, omprengan).

9. Angkutan umum itu jelas trayeknya, kendaraan & supirnya harus berizin. #Invest resmi, yang perusahaan & pengelolaanya berizin, diatur Undang-Undang.

10. Contoh #Invest jenis angkutan umum: bank, reksadana, asuransi, saham, obligasi/sukuk, dll.

11. Kalo taxi, supir & kendaraannya berizin, trayek bebas asalkan dalam kota. Ini ibarat #Invest khusus di discretionary fund via Manajer Investasi / Wealth Manager.

12. #Invest tipe taxi ini bebas mau invest dimana & untuk apa dengan batasan tertentu, dikelola oleh manajer investasi khusus. Perlu dana besar.

13.Tipe terakhir adalah kendaraan omperangan alias taxi gelap. Tak bertrayek, kendaraan & supirnya tak berizin, karena saling percaya saja.

14. #Invest tipe omprengan ini ibarat invest langsung ke bisnis seseorang. Tak diatur dengan jelas dalam UU, tak diawasi pemerintah, bebas saja.

15. #Invest tipe omprengan ini tidak diatur, semua berdasarkan kepercayaan saja. Maka risiko pun ditanggung masing-masing investor.

16. Maka jangan tanya #Invest tipe omprengan ke saya, dijamin saya tidak kenal. Namanya juga omprengan… dimana2 ada, gak pake merek jelas

17. Nah, bahasan akan saya lanjutkan dengan fokus ke 2 tipe #Invest yaitu angkutan umum & omprengan saja.

18. Angkutan umum pun ada banyak jenisnya. Reksadana itu seperti bis, muatnya banyak, bebas naik-turun dimana aja, ada peran supir & kernet.

19. Supir yang pegang kendali (seperti Manajer Investasi), kernet yang pegang uang (seperti bank kustodian), penumpang (investor) duduk santai.

20. Obligasi atau Sukuk itu seperti kereta. Cuma bisa naik dan turun di stasiun. Pembelian pada prinsipnya cuma bisa di saat tertentu saja. #Invest

21. Deposito itu seperti angkot, jalannya lambat, trayeknya pendek. Tabungan itu seperti bemo, jalannya pelan banget, trayeknya pendek banget.

22. Jadi kalau buat janka panjang apa gak bisa pake deposito?

Bisa aja sih, tapi jadi lebih mahal karena harus sambung-sambung angkot & lama sampenya.

23. Reksadana (Bus) ada beberapa jenis: Bus AKAP yang ngebut (Reksa Dana Saham), Bus AKDP yang lumayan (Reksa Dana Campuran), Bus dalam kota (Reksa Dana Pendapatan Tetap)

24. Bus dengan jalur khusus alias Busway (Reksa Dana Terproteksi).

Eh kalo Reksa Dana -Pasar Uang mirip bus apa ya? Kopaja/MetroMini kali ya alias bis kecil 🙂

25. Unitlink/Asuransi Investasi itu masuk tipe angkutan umum. Mungkin ibarat busway gandeng, 2 mobil tapi 1 mesin. Naik-turun diatur.

26. LM & Properti masuk mana? kok blm dibahas? | Ini ibarat mobil pribadi. Bebas beli, bebas jual, transaksi sendiri, gak diatur.

27. Saham bagaimana? Kalo beli saham di bursa itu kategori angkutan umum. Kalo saham non-listing di bursa, itu ibarat omprengan.

28. Nah, skrg tipe omprengan. Bebas, berdasarkan kepercayaan aja. Contohnya macem2 lah… invest di PT X, PT Y, PT Z, dll.

29. Tapi namanya juga omprengan, jangan ngeluh dong kalo ternyata supirnya atau mobilnya bermasalah di tengah jalan. #Invest

30. Boleh gak #Invest omprengan? gak dilarang, tapi harus kenal dengan supirnya, dan tahu reputasinya, dan JANGAN TIDUR DI OMPRENGAN. Ini PENTING.

31. Nah, banyak yang “rugi konyol” dengan #Invest omprengan karena tidak mau kenal supirnya, dan tidur. Setor duit, nunggu balik modal. Salah besar.

32. #Invest yang tidak diawasi pemerintah, maka kita sendiri sebagai investor harus awasi dengan lebih ketat. Investor harus tahu dananya dipakai untuk apa.

33. #Invest omprengan yang sifatnya terbatas, banyak yang bener. Omprengan yang sifatnya umum tidak terbatas, hampir semuanya investasi bodong!

34. Semua bisnis pasti ada batasnya: pasar, kapasitas produksi, bahan baku, SDM, dll. GAK MUNGKIN bisnis perlu modal tidak terbatas. #Invest

35. Ciri penting #InvestBodong adalah: Sedot modal tak terbatas, bonus untuk yang merekrut pemodal, penggunaan dana & bentuk usaha tidak jelas.

Advertisements