Reksadana, Pengetahuan Dasar

Topik Reksadana sangat diminati untuk dibaca, kali ini Tim Cerdas Keuangan berusaha untuk merangkum semua ulasan tentang Reksadana menurut para Financial Planner kita. Ada Pengetahuan Dasar ttg Reksadana dari @AndokoCFP, kemudian QnA ttg Reksadana dari #FinClic nya @mrshananto dan ulasan beberapa FinPlan lain.

Mari dibaca harapan kami semoga kita dapat semakin Cerdas Mengelola Keuangan

Pengetahuan Dasar Reksadana
By Moh. Andoko @AndokoCFP

Reksadana merupakan alternatif investasi yang hanya memerlukan dana minim, waktu dan informasi terbatas dengan diversifikasi portofolio yang beragam.

Reksadana dapat diartikan sebagai sebuah wadah untuk menghimpun dana masyarakat investor untuk dikelola oleh manajer investasi dalam bentuk portofolio efek : saham, obligasi dan pasar uang yang dananya disimpan dalam bank kustodian.

Beberapa alasan yang menyebabkan seorang investor memilih reksadana sebagai alternatif investasi, yakni :

1. Memiliki Reksadana dapat diwujudkan, walaupun hanya dengan Rp. 250 ribu saja karena saat ini membeli Reksadana dapat dilakukan secara ritel.

2. Dalam Reksadana, sudah ada komposisi portofolio investasi yang sangat diversified. Risiko dalam Reksadana tersebar ke dalam beberapa instrumen investasi sehingga lebih meminimalisasi risiko.

3. Reksadana mempunyai banyak sekali jenis dari berbagai macam manajer investasi. Jika ingin melihat data lengkapnya ada di : http://www.bapepam.go.id/Reksadana

4. Pengelolaan Reksadana dilakukan oleh Manajer Investasi yang sudah ahli di bidangnya.

5. Jika Dikelola dengan baik dan dalam jangka waktu yang tepat, Reksadana sangat menjanjikan hasil yang optimal.

6. Likuiditas Reksadana sangat tinggi.

7. Setiap jenis Reksadana dapat disesuaikan untuk berbagai tujuan keuangan.

Jenis Reksadana, secara garis besar terbagi atas :
1. Reksadana Konvensional
2. Reksadana Syariah
3. Reksadana Terstruktur
4. Reksadana Penyertaan Terbatas

Penjelasan 1 :
Dalam Reksadana Konvensional, ada 4 macam jenis yakni :

1. Reksadana Saham
2. Reksadana Pendapatan Tetap
3. Reksadana Campuran
4. Reksadana Pasar Uang

Reksadana Saham menempatkan portofolio investasinya pada saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Manajer Investasi menentukan berapa prosentase sesuai ketentuan dan memilih saham-saham yang baik menurut mereka. Umumnya Manajer Investasi menempatkan 80% saham dan 20% pasar uang.

Investor yang sudah paham benar dengan pasar saham, dapat langsung memilih reksadana saham yang mereka inginkan, akan tetapi investor pemula sebaiknya pelajari lebih lanjut atau konsultasi dengan para ahli keuangan.

Reksadana Pendapatan Tetap menempatkan portofolio investasinya pada surat hutang yaitu obligasi pemerintah dan obligasi perusahaan swasta.

Manajer Investasi menentukan berapa prosentase sesuai ketentuan dan memilih surat hutang sesuai keinginan dan hasil analisa mereka. Umumnya Manajer Investasi menempatkan 80% obligasi dan 20% pasar uang.

Reksadana Campuran menempatkan portofolio investasinya pada campuran antara surat hutang yaitu obligasi pemerintah dan obligasi perusahaan swasta, serta pasar uang.

Manajer Investasi menentukan berapa prosentase sesuai ketentuan dan memilih surat hutang sesuai keinginan dan hasil analisa mereka. Umumnya Manajer Investasi menempatkan 40% obligasi pemerintah 40% obligasi swasta dan 20% pasar uang.

Reksadana Pasar Uang menempatkan portofolio investasinya pada surat hutang jangka pendek dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Manajer Investasi menentukan berapa prosentase sesuai ketentuan dan memilih surat hutang sesuai keinginan dan hasil analisa mereka. Umumnya Manajer Investasi menempatkan 80% obligasi jk pendek dan 20% pasar uang.

Penjelasan 2:
Reksadana Syariah, terdiri dari produk investasi berbasis syariah yang bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan nilai investasi dan perolehan pendapatan sesuai syariah Islam.

Tujuan Reksadana Syariah adalah untuk mendapatkan pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang dan memperoleh pendapatan yang berkelanjutan kepada pemodal yang hendak mengikuti syariah Islam.

Kelebihan Reksadana Syariah adalah adanya : Batasan Investasi yang hanya dapat dilakukan pada efek-efek yang sesuai prinsip syariah, ada keberadaan dewan pengawas syariah, ada penyisihan pendapatan sesuai syariah dan ada penyaluran zakat maal.

Penjelasan 3:
Reksadana Terstruktur, terbagi menjadi 3 jenis yakni :

1. Reksadana Terprotek
2. Reksadana dengan Penjaminan
3. Reksadana Index

Pada Reksadana Terprotek, dana awal investor terlindungi akan tetapi tidak diberikan jaminan.

Reksadana dengan Penjaminan, memberikan jaminan kepada investor bahwa akan menerima sekurang-kurangnya sebesar nilai investasi awal pada saat jatuh tempo sepanjang persyaratannya terpenuhi.

Reksadana Index, terdapat ketentuan investasi minimal 80% dari indeks acuan, dimana alokasi tiap efek ditentukan besarnya. Contohnya Reksadana Index LQ45

Penjelasan 4:
Reksadana Penyertaan terbatas, dirancang khusus untuk investor pro dan ditawarkan secara terbatas kepada pihak dengan minimal investasi per unit penyertaan. Sebesar Rp. 5 Milyar.

Sebelum memutuskan untuk memilih produk Reksadana, sebaiknya tentukan dahulu :

1. Tujuan Keuangan Anda
2. Profil Risiko Anda
3. Jangka Waktu Investasi Anda

Baiknya satu produk untuk satu tujuan investasi. Misalnya reksadana pasar uang untuk kebutuhan dana pendidikan anak. Tujuannya memaksimalisasi hasil dari perencanaan keuangan itu sendiri.

Profil risiko tiap orang berbeda beda, umumnya profil risiko seseorang terbagi atas 3 :

A. Risk Avoider

Risk Avoider atau Konservatif umumnya investor pemula dan sangat menghindari risiko. Mereka akan memilih alokasi dana sbb : 30% deposito, 50% ORI atau Reksadana Pendapatan Tetap dan 20% Reksadana Saham atau saham.

B.Risk Neutral

Risk Neutral atau Tipe Investor Moderat umumnya investor yang sudah paham tentang investasi akan tetapi tetap ingin nilai investasinya aman. Mereka akan memilih alokasi dana sbb : 20% deposito, 40% ORI atau RDPT dan 40% RDS atau saham. #FinFact

C.Risk Lover atau Tipe Investor Agresif umumnya investaor yang sudah paham benar dengan investasi dan rela menanggung risiko asalkan return investasinya tinggi. Umumnya mereka memilih alokasi dana sbb : 20% deposito, 30% ORI atau RDPT dan 50% RDS atau saham. #FinFact

Setelah itu, barulah Anda pilih Jenis Reksadana dan Manajer Investasi yang mengelolanya.

Adapun Kriteria memilih Reksadana dari sebuah Manajer Investasi adalah sebagai berikut :

1. Modal Investasi
2.Profil Kinerja
3.Prospektus
4. Fund Fact
5. Fasilitas Kemudahan
6. Pelayanan

Silahkan membeli Reksadana, saat ini juga tersedia di Bank-Bank Umum atau Syariah.

Pembelian unit Reksadana dan penjualan kembali unit reksadana dapat dilakukan setiap hari kerja dengan proses selama kurang lebih 3 hari kerja.

Selamat berinvestasi.

Sumber :

@AndokoCFP

Advertisements