Tips Berburu Beasiswa Dikti

Tips dan Trik Lengkap Mendapatkan Beasiswa Unggulan Luar Negeri DIKTI

Beasiswa unggulan dikti merupakan beasiswa yang disediakan oleh direktorat pendidikan tinggi bagi calon dosen (belum PNS) dan karyawan PNS non-dosen di lingkungan DIKTI.

Jadi bagi rekan-rekan yang bercita-cita menjadi dosen silahkan melamar beasiswa ini. Beasiswa unggulan DIKTI juga dapat dimanfaatkan pihak universitas untuk menyekolahkan lulusannya yang berprestasi untuk kemudian digaet menjadi dosen di universitas tersebut.

Info mengenai BU LN dapat dilihat di link http://beasiswa.dikti.go.id/bu/ .

Tulisan ini menjelaskan beberapa langkah penting agar sukses mendapatkan Beasiswa Unggulan DIKTI.

Untuk mendapatkan BU LN yang perlu dilakukan pertama kali adalah meluruskan niat.

Mengapa ingin melanjutkan sekolah? Mengapa ke luar negeri?

Niat harus bersih, lurus, dan mulia, insyaAllah jalan mendapatkan beasiswa dipermudah.
Langkah kedua adalah mengikuti tes TOEFL atau IELTS.

Jangan ngaku pengen kuliah di luar negeri kalau belum mengikuti tes kemampuan berbahasa Inggris tersebut.

Walau pun berbiaya mahal, tes ini wajib dilakukan untuk melamar ke universitas ke luar negeri dan juga sebagai salah satu persyaratan BU DIKTI.

Usahakan mendapatkan nilai TOEFL di atas 550 (paper based TOEFL) atau IELTS 6.5. Kalau nilainya masih rendah?

Ya terus belajar bahasa Inggris dan jangan menyerah untuk ikut tes lagi.

Memang banyak yang harus dikorbankan, akan tetapi insyaAllah hasil yang di dapat nantinya melebihi apa yang sudah dikorbankan.

Satu lagi, lakukan tes TOEFL/IELTS sedini dan sesiap mungkin. Jangan menunggu ketika pendaftaran beasiswa sudah dibuka baru sibuk mengikuti tes.

Langkah selanjutnya yaitu mencari universitas dan sekolah yang dituju.

Langkah ini sangat penting karena BU LN mengutamakan calon penerima yang sudah dapat memastikan diri diterima di universitas LN.

Cara mencari sekolah tujuan yaitu dengan membuka situs universitas tujuan dan mendaftarkan diri secara online, atau dengan ber-email dengan universitas tujuan.

Beritahu universitas tujuan bahwa kita nantinya akan dibiayai oleh BU LN dan sedang dalam tahap aplikasi.

Apabila kita memenuhi persyaratan (bahasa Inggris, akademik, administrasi, fee dll), maka kita berhak mendapatkan Letter of Offer (LO) atau Letter of Acceptance (LoA) dari universitas tersebut. LO/LoA inilah yang akan menjadi modal kuat ketika kita melamar BU LN.

Selain itu, hal penting lainnya yang harus dilakukan adalah mencari universitas “backing”, yaitu universitas di Indonesia yang mau menjadikan kita “calon dosen” di universitas tersebut dan mau menampung kita sekembalinya dari sekolah di luar negeri.
Ini penting dalam aplikasi BU, karena salah satu persyaratan BU yaitu penerima BU LN merupakan calon dosen di salah satu perguruan tinggi.

BU juga mensyaratkan aplikannya untuk mendapatkan surat rekomendasi dari dekan fakultas atau rektor dari salah satu perguruan tinggi di Indonesia.

Akan sangat mudah untuk mendapatkan perguruan tinggi “backing” apabila perguruan tinggi tersebut memang menginginkan kita untuk menjadi salah satu staf dosen di kampusnya.

Apabila tidak, pendekatan-pendekatan lain dapat dicoba dengan berdialog dengan ketua jurusan/departemen atau dekan atau rektor dan mengutarakan maksud dan niatan kita untuk menjadi calon dosen di universitas tersebut.

Perguruan tinggi “backing” kita tidak harus perguruan tinggi negeri, akan tetapi dapat juga merupakan perguruan tinggi swasta.

Apabila kita tidak mendapatkan perguruan tinggi “backing”, tetap masukkan aplikasi beasiswa kita ke BU LN dengan tidak lupa membuat surat pernyataan bahwa kita bersedia ditempatkan dimana pun oleh DIKTI sekembalinya kita pulang ke Indonesia.

Hal ini dapat dilakukan dengan konsekuensi ditempatkan di universitas-universitas terpencil di Indonesia yang barangkali kita tidak ingin bertempat tinggal di tempat tersebut dengan berbagai macam alasan.

Saran saya tetap berusaha keras mendapatkan universitas “backing mengingat BU LN kurang memprioritaskan pelamar yang belum memiliki universitas “backing”.

Setelah semuanya sudah siap, tinggal menunggu dibukanya pendaftaran penjaringan penerima BU LN dan membaca serta melengkapi persyaratan pendaftaran yang dapat dilihat di link BU DIKTI yang sudah saya berikan di atas.

Langkah-langkah di atas merupakan langkah-langkah terpenting menurut pandangan saya sebagai salah satu orang yang berhasil mendapatkan BU LN.

Dan selalu ingat bahwa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi terlebih lagi di luar negeri tidak membawa kebaikan apabila disertai dengan rasa riya dan tinggi hati.

Selamat berburu beasiswa.

Penulis merupakan penerima BU LN DIKTI untuk menempuh program PhD di Biochemistry department, School of Molecular & Biomedical Science, The University of Adelaide, Australia.

Advertisements

3 Comments

  1. sadikin says:

    aslamualaikum
    salam persaudaraan.
    mau tanya.
    apakah tiap tahun beasiswa dikti ini ada?

    1. sepertinya rutin memang

    2. Hampir setiap tahun ada, harus selalu update informasi.

Comments are closed.