Merencanakan Biaya Pernikahan

Pernikahan adalah momen terindah yang akan dike­nang sepanjang hidup se­seorang. Oleh karena itu, untuk bisa mendapatkan momen per­nikahan yang indah, tidak sedi­kit pasangan yang mengabadi­kan hari sakral tersebut dengan pesta yang meriah dan mewah.

Persiapan pernikahan yang panjang dan biaya pernikahan yang besar seolah terbayar. Ke­dua pengantin larut dalam ke­bahagiaan yang berbaur dengan tawa para sahabat, sanak keluarga, maupun kolega yang turut merayakan hari bahagia.

Sayang, tidak sedikit pula, pasangan pengantin yang harus pusing usai pesta per­nikahannya digelar. Mereka terbelit utang yang terkadang tidak kecil demi menutupi biaya pesta pernikahan.

Padahal, ba­gian terpenting sebuah perni­kahan adalah janji (akad) yang diucapkan dari kedua pasangan pengantin. Sete­lah momen pernikahan, masih banyak hal lain yang perlu di­persiapkan si pengantin untuk kehidupan rumahtangga­nya. Tentu saja, hal ini butuh biaya yang sangat banyak dibandingkan dengan sebuah pesta sesaat.

Hin­dari utang karena sangat tidak sepadan hanya demi kesenang­an satu hari, akhirnya si pe­ngantin atau keluarganya sam­pai harus bersakit-sakit selama beberapa tahun kemudian aki­bat terbelit utang.

Untuk menghindari hal semacam itu, seseorang jelas harus merencanakan biaya per­nikahan dengan matang.

Lalu, bagaimana cara menyiapkan biaya itu?

Berikut adalah tips merencanakan biaya pernikah­an :

1. Siapkan dana

Pada saat Anda dan pasangan telah menggelar lamaran atau telah menetapkan tanggal pernikahan, sebaiknya, saat itu juga mulai mempersiap­kan biayanya.

Lazimnya, persiapan nikah butuh waktu sekitar satu tahun hingga dua tahun. Namun, terkadang calon pengantin baru mulai mempersiapkan dana setelah mengetahui tanggal pernikahan.

Karena jangka waktu yang singkat seperti itulah, bia­ya untuk menikah tidak bisa disimpan dalam instrumen in­vestasi berisiko tinggi, simpan dalam investasi yang cukup aman, seperti tabungan atau deposito.

Alternatif lainnya bisa di reksadana pasar uang atau emas. Ini sekaligus untuk mempersiapkan mahar emas.

Kalau yang mempersiapkan dana per­nikahan adalah orangtua, biasa­nya dilakukan dalam waktu yang panjang. Semakin pan­jang waktu persiapannya, se­makin fleksibel tipe instrumen investasi yang bisa digunakan. Bentuk investasinya juga harus disesuaikan dengan profil risiko orangtua.

Selain dengan cara menabung dan berinvestasi, menyiapkan biaya pernikahan bisa dilaku­kan dengan menjual aset terten­tu yang dimiliki. Langkah ini le­bih bijak dibandingkan dengan berutang. Menjual aset biasa­nya dilakukan oleh orangtua si calon pengantin.

2. Tetapkan pembagian porsi pembiayaan

Karena pernikahan merupa­kan penyatuan dua insan men­jadi satu keluarga dan menyam­bung silaturahmi dua keluarga besar menjadi saudara, tidak ada salahnya Anda dan pasang­an berbagi tanggungjawab membiayai pernikahan.

Dalam merenca­nakan pernikahan, seyogianya calon pengantin menggelar ra­pat pendanaan. Tujuannya un­tuk keterbukaan masing-masing pihak. Keterbukaan perlu dila­kukan untuk menghindari ma­sing-masing pihak dari janji ataupun perencanaan acara pernikahan di luar kemampuan keuangannya.

Pembagian tugas pembiaya­an tergantung dari kesepakatan kedua pihak. Yang penting masing-masing calon pe­ngantin dan keluarganya saling memberikan kontribusi biaya. Persentasenya bisa 50%-50%, atau pihak pengantin pria yang lebih besar. Syaratnya adil dan terbuka.

Cara ter­baik menanggung biaya perni­kahan dengan membagi pendanaan. Tapi, tren saat ini calon pengantin pria yang me­nyiapkan dana, dan pi­hak pengantin wanita yang aktif mengelola dananya.

3. Tetapkan batas budget pernikahan

Sederhana atau meriah se­buah acara pernikahan, sangat ditentukan jumlah dana yang tersedia. Karenanya, Anda perlu menetapkan batas maksimal anggaran untuk menghindari pengeluaran yang terlalu boros. Misalnya, biaya undangan per­nikahan atau kebaya pernikah­an yang kelewat mahal. Pada­hal, pengantin bisa menyewa.

Selain itu, penetapan batas budget juga menjadi patokan dana yang harus Anda kumpul­kan secara bertahap sejak awal. Batas anggaran juga berfungsi sebagai alat kendali pasangan pengantin dalam mempersiap­kan pernikahan.

Dengan mene­tapkan batas anggaran, Anda pun bisa menghindari utang. Yang membuat biaya pernikah­an membengkak adalah banyak keinginan calon pengantin. Se­benarnya, lebih baik menye­suaikan dengan anggaran.

Berikut ini adalah beberapa hal yang patut dipertimbangkan dalam menghitung biaya pernikahan:

1. KUA

Walaupun sebenarnya biaya administrasi KUA telah ditentukan oleh pemerintah daerah dimana besarnya biaya administrasi juga berbeda untuk setiap wilayah, namun kita tetap harus menyediakan uang ekstra untuk penghulu dan asisten.

Terlebih bila pernikahan dilakukan di luar KUA sehingga kita harus menyediakan biaya transport untuk penghulu dan asisten. Lebih baik cek ke KUA setempat berapa biaya administrasi KUA yang harus disiapkan sehingga kita bisa menghitung biaya pernikahan dengan tepat.

 2. UNDANGAN

Pilih undangan sesuai dengan budget dan kebutuhan kita. Jangan sampai undangan malah memperberat beban anggaran pernikahan. Sesuaikan juga bentuk dan konsep undangan dengan konsep pernikahan kita.

Saat ini ada beberapa perusahaan percetakan yang menyediakan jasa cetak beserta pengetikan nama yang diundang beserta alamat sampai pada jasa pengantaran / pengiriman undangan.  

3. MAS KAWIN, MAHAR

Jenis serta besarnya mas kawin pada dasarnya adalah merupakan hasil kesepakatan bersama. Jangan sampai besarnya mahar membebani calon pengantin pria.

Mas kawin tidak harus sesuatu yang mahal harganya namun yang penting adalah harus disepakati oleh kedua belah pihak. Baik itu jenisnya, nilainya, serta bentuknya.

 4. INFAQ MASJID 

Bila akad nikah dilangsungkan di masjid, sudah selayaknya kita memberikan infaq kepada masjid tempat kita melangsungkan akad.

Walaupun bukan merupakan sebuah keharusan, namun menyisihkan sebagian harta kita disaat kita melangsungkan acara yang membahagiakan bagi diri kita adalah salah satu bentuk kita membagi kebahagiaan kepada yang lain

 5. BAJU PENGANTIN

Bila memiliki dana lebih, boleh lah kita menggunakan jasa designer ternama untuk merancang dan membuat baju penganti kita. Namun bila dana yang ada terbatas, kita bisa menjahitkan bahan di tukang jahit langganan atau bahkan menyewa baju pengantin yang akan kita kenakan pada saat acara pernikahan kita.

Jangan pernah gengsi untuk menyewa baju pengantin karena toh kita hanya akan menggunakannya sekali saja.

 6. TATA RIAS

Sebisa mungkin cari perias yang sudah kita kenal sehingga selain bisa mendapatkan harga biaya rias yang miring juga bisa memudahka perias untuk merias kita karena sudah tahu betul karakter kita.

Namun bila itu tidak mungkin, kita bisa menggunakan perias siapa saja namun perlu sedikit waktu lebih untuk berdiskusi tentang jenis riasan yang kita inginkan. Bila perias menyediakan paket rias + foto + catering + yang lainnya, tidak ada salahnya kita mengambil paket tersebut karena biasanya jatuhnya lebih murah.

 7. TEMPAT PERNIKAHAN

Bila pernikahan dilakukan di rumah, tentu ada pos biaya yang bisa kita hemat. Lain halnya bila kita mengadakan pernikahan di gedung sehingga kita harus mengeluarkan uang untuk biaya sewa.

Bila kita memilih untuk menyewa gedung, maka yang harus diperhatikan adalah beberapa hal diantaranya: lokasi, daya tampung, kondisi gedung, serta biaya sewa. Tentukan dan putuskan jauh – jauh hari gedung apa yang akan digunakan apalagi bila pernikahan diadakan saat musimnya orang menikah.

 8. KONSUMSI TAMU

Bila memungkinkan untuk memasak serta mengurusi sendiri semua konsumsi tamu dengan memanfaatkan bantuan dari saudara atau tetangga tentu biaya yang kita keluarkan jauh lebih hemat.

Namun bila hal tersebut tidak memungkinkan, kita bisa memilih catering yang sudah biasa menghandle catering pernikahan. Bila catering menyediakan paket, pilih dan hitung betul paket yang ditawarkan karena biasanya mengambil catering dalam bentuk paket akan jauh lebih hemat.

Perhatikan betul jumlah tamu yang diundang dengan hidangan yang harus disediakan. Jangan sampai tamu masih banyak tapi hidangan sudah habis.  Ajak pihak catering berdiskusi tentang hal ini karena tentu mereka yang lebih berpengalaman dalam menghitung jumlah tamu dengan jumlah hidangan yang harus disiapkan.

 9. SOUVENIR 

Bila kita sendiri memiliki keahlian untuk membuat souvenir pernikahan, baik berupa benda atau makanan, tidak ada salahnya kita membuat sendiri souvenir yang akan dibagikan kepada para tamu. Namun bila hal tersebut tidak memungkinkan, kita bisa memilih berbagai macam souvenir yang tersedia di pasaran.

 10. BIAYA ADMINISTRASI RT – KECAMATAN

Walaupun tidak seberapa, kita tetap harus menyiapkan budget untuk biaya administrasi mulai dari tingkat RT sampai dengan Kecamatan

 11. MOBIL PENGANTIN

Bila ingin berhemat tentu tidak ada salahnya bila kita menggunakan mobil milik sendir/keluarga/teman. Toh sewa mobil pengantin juga tidak bisa dibilang murah bila dihitung dari lamanya kita mengendarai mobil tersebut

 12. BIAYA PERIKSA KESEHATAN DI PUSKESMAS

Menurut aturan kesehatan, calon pengantin harus mendapatkan suntikan imunisasi TT sebelum melangsungkan pernikahan. Masukkan biaya imunisasi serta periksa kesehatan ini di dalam perhitungan biaya pernikahan

 13. BIAYA TAK TERDUGA

Siapkan biaya tidak terduga sebanyak minimal 10% dari semua pos biaya pernikahan diatas. Karena pasti ada pengeluaran – pengeluaran lain yang walaupun tidak besar namun tetap harus diperhitungkan.

 Terlepas dari semua pos biaya pernikahan diatas, ada baiknya kita membandingkan dengan bila kita menggunakan jasa Wedding Organizer.

Bila dengan daftar yang kita kehendaki bisa dicover oleg WO dan biaya lebih murah, tidak ada salahnya kita memilih untuk menggunakan jasa WO untuk mengurus semua keperluan pernikahan kita. Ini jauh lebih menyenangkan bagi kita calon pengantin sehingga kita memiliki lebih banyak waktu untuk istirahat dan mempersiapkan diri menghadapi acara pernikahan sehingga kita bisa terhindar dari stress

Sumber : Kontan
Carapedia

Advertisements