19. FinStory : Bayar Tunai atau Kedit ?

Bayar Tunai VS Kredit

Bila saya dihadapkan pada sebuah pertanyaan yang mengharuskan saya memilih antara membayar tunai atau dengan kredit, tentu saya memilih dengan bayar tunai atau cash

Mengapa ?

Jujur selama ini saya tidak pernah tertarik dengan cara pembayaran dengan kredit. Bila darurat pasti saya mencari ATM untuk mengambil uang tunai daripada menggunakan kartu kredit. Dan uang tunai tersebutlah saya gunakan untuk membeli barang yang saya inginkan. Memang dengan pembayaran tunai lebih susah lebih merepotkan daripada dengan kartu kredit. Saya akui seperti itu. Namun hal itu hanya terjadi dalam jangka pendek saja. Selebihnya itu, kita pasti akan merasakan manfaat dari pembayaran tunai tersebut. Dengan tunai, kita akan lebih pandai untuk mengatur keuangan kita. Lebih hemat. Lebih bertanggung jawab. Dengan tunai juga kita dapat lebih menghargai apa arti uang yang sebenarnya.

Bagaimana dengan kredit ?

Misalkan saja si A dan B adalah sahabat karib. Mereka ingin membeli baju di sebuah pertokoan di mall. Si A menggunakan pembayaran tunai dan B dengan kartu kredit. Si A ini hanya membawa uang tunai senilai Rp 500.000 saja. Bila 1 baju harganya Rp 200.000 tentu si A ini hanya dapat membeli 2 baju dan sisanya Rp 100.000 bisa digunakan untuk hal lain seperti menabungnya untuk keperluan lainnya. Jelas sekali si A ini dapat mengelola keuangannya. Berbeda dengan si B yang menggunakan dengan kredit. Si B tentu bisa saja membeli lebih dari 2 baju karena dia tidak tahu berapa sisa uang yang dimilikinya sehinga dia terus menerus menggunakannya. Karena kemudahannya dan tidak perlu mengeluarkan uang saat membeli sesuatu, si B terlalu asyik berbelanja tanpa memperhitungkan berapa total uang yang sudah dikeluarkan. Selain itu, karena tidak menggunakan uang tunai, membuat total belanjaan tidak terasa besar dibandingkan berbelanja dengan uang tunai. Dan si B seolah-olah masih memiliki banyak uang karena uang tunai tidak terpakai.

Lalu apa bahayanya ?

Misalkan si B ini tidak dapat membayar secara penuh total tagihan, tentu bahaya akan menerpa si B. Kekurangan tagihan yang belum dibayar oleh B akan dihitung sebagai hutang yang harus dibayar beserta bunganya yang tentu sangat besar. Sehingga total yang harus dibayarkan oleh si B akan sangat besar dan akan terus berbunga sehingga jumlah yang harus dibayar akan semakin membengkak. Memang kartu kredit ini manfaatnya lebih praktis dari tunai, namun ini hanya jangka pendeknya saja. Selebihnya kita harus menerima risiko yang jauh lebih besar. Dan bila si B ini tidak dapat melunasinya, bank tentu akan mendatangkan debt collector untuk memaksa anda membayar tunggakantersebut. Sehingga si B ini akhirnya harus menjual hartanya untuk melunasi hutang yang membengkak akibat bunga kartu kredit.

Karena risiko kartu kredit ini lebih berbahaya dari tunai, jujur sampai sekarang saya tidak pernah untuk menggunakannya. Dengan kebiasaan saya yang mengharuskan untuk membayar tunai, saya harus pintar-pintar untuk mengelola keuangan saya.

Oleh : Vika Rosmala Maninda

Advertisements