23. FinStory : a Life Boat

Sebagai seorang wanita pasti pernah merasakan dipijat. Alih alih datang ke panti pijat yang kurang jelas, Saya dan Keluarga lebih memilih untuk memanggil seorang ahli pijat untuk datang ke rumah kami. Saya, Kedua anak Saya Vira (2th) dan Vani (1th) suka sekali dipijat. Bahkan ibu saya (62th) secara rutin menjalani terapi pijat.

Mba Neneng begitu keluarga kami memanggilnya adalah seorang wanita yang luar biasa. Keahliannya dalam melakukan pijat refleksi adalah hasil belajar dan juga tuntutan keadaan. Mba Neneng adalah seorang single mother dengan 3 anak.

Anaknya yang pertama sekolah di SMP kelas 2, anaknya yang kedua baru SD kelas 3 dan anak ketiganya baru berusia 5 tahun. Suaminya telah menceraikan karena terpikat dan menikah dengan gadis tetangganya. Mba Neneng memilih karma baik untuknya dengan menjalani hidupnya sendiri tanpa pendamping dan bertanggung jawab atas kelangsungan hidupnya dan hidup ketiga anaknya.

Kisah perjuangan hidupnya sangat memberikan kesan yang teramat dalam bagi saya. Kami sama sama wanita, hanya saja kondisi kami jauh berbeda. Bersyukur saya mendapatkan pasangan yang alhamdulillah sampai saat ini selalu memikirkan istri, anak dan keluarga. Seandainya saya dihadapkan pada kenyataan seperti Mba Neneng saya belum yakin dapat setegar dia.

Mba Neneng belajar pijat refleksi dengan membaca buku buku terapi refleksi yang dia beli pada pedagang buku bekas di Pasar Senen. Kreatifitas dan ketangguhannya sangat besar karena niat baiknya untuk melanjutkan hidup yang layak untuk keluarganya. Ia tak ingin meminta minta, harga dirinya sangat tinggi. Saya ingat setiap cerita yang ia katakan pada saya.

Dari cerita ceritanya saya mengetahui dengan pasti siapa wanita inspirasi dan wanita yang dikaguminya : dialah “Siti Khadijah”. Katanya : “Siti Khadijah itu muslimah sejati, saya kagum sama beliau. Ya mungkin karena beliau istri kanjeng nabi”.

Penghasilan yang ia dapatkan dari pijat kurang lebih satu juta sebulan. Tanpa pengetahuan keuangan yang tinggi dan tanpa pendidikan sertifikasi keuangan ia mampu membagi penghasilannya sesuai pos yang telah ia tentukan untuk makan sehari hari, biaya pendidikan anak, iuran bulanan listrik air gas.

Ia memiliki ketulusan hati, ia adalah sumber inspirasi buat anak anaknya, keuletannya luar biasa. Mba Neneng adalah sosok wanita yang tangguh, pekerja keras demi pengabdian untuk anak anaknya.

Walaupun telah disakiti, Mba Neneng tidak menaruh dendam kepada suaminya. Positive thingking dalam menghadapi kenyataan pahit hidupnya. Ia yakin dan percaya bahwa Allah SWT selalu memelihara dirinya dan anak anaknya.

Mba Neneng sungguh mempunyai life boat ethic yang luar biasa, disaat kapal pernikahannya karam (ia dicerai suami) ia memilih untuk menjadi “single parent” berjuang mati matian mencari nafkah untuk hidupnya dan hidup ketiga anaknya

Saya selalu menghadiahi dia buku tentang pengetahuan pemijatan dan suami saya sering sekali memberi dia buku pengetahuan keuangan keluarga. Kami saling mendoakan pada sisi yang berbeda. Saya selalu mendoakan Mba Neneng agar dia lebih kuat secara finansial dengan keuletan dan keahliannya. Mba Neneng selalu mendoakan kami sehat dan selalu menjadi keluarga yang langgeng dan utuh.

Amin Ya Rabb.

Karya @erlrights

Advertisements