25. FinStory : Jadi Muslimah Kaya

Aku adalah seorang gadis pemimpi.

Begitulah julukan yang diberikan oleh orang-orang sekitarku. Di dalam buku khusus tentang impianku, banyak sekali mimpi-mimpi yang ingin kuraih. Memasuki tahun 2013 ini saja, mimpiku pun ada yang berubah dan bertambah.

Aku sangat meyakini bahwa setiap manusia tidak bisa hidup tanpa mimpi.

Bukan mimpi yang berarti bunga tidur, tapi mimpi yang memiliki arti sebagai goal atau tujuan hidup. Manusia tanpa mimpi merupakan manusia yang tidak memiliki tujuan.

Manusia tanpa mimpi ibarat seonggok daging hidup yang numpang hidup tinggal di bumi. Manusia-manusia itu hanya menjalani kehidupan yang normal-normal saja sekaligus membosankan.

Ah, aku tidak mau menjadi manusia seperti itu. Untuk apa kita diciptakan di dunia jikalau kita tidak memiliki mimpi-mimpi yang bisa memberikan warna kehidupan yang berbeda setiap harinya.

Jika berbicara tentang mimpi, banyak sekali yang ingin kuceritakan tentang mimpiku. Tapi untuk tulisan ini aku hanya membatasi bahwa aku akan menceritakan my financial dream yaitu menjadi seorang muslimah yang kaya raya.

Aku harus menjadi orang kaya, begitu kata hatiku ketika aku merasakan untuk pertama kalinya menggunakan uang hasil keringatkku sendiri saat memulai bisnis kecil-kecilan beberapa bulan yang lalu.

Dengan menjadi orang kaya aku bisa memiliki segalanya. Tapi, eits… tunggu dulu. Jangan berpikiran bahwa aku adalah seorang yang tamak dan maniak uang seperti Qarun. Bukan, aku sangat berbeda.

Bagiku, uang bukan tujuan hidup tapi uang adalah alat yang bisa kita gunakan untuk kebaikan dunia maupun akhirat.

Teringat dengan tulisan yang kubaca di twitter, bahwa jika membicarakan mimpi, kata-kata yang keluar yaitu ‘Aku harus’ bukan ‘Aku ingin.’ Dengan kata ‘aku harus’, kita bisa memaksa diri kita agar mimpi itu terwujud sekaligus kata tersebut merupakan bukti kesungguhan kita ingin berubah.

Aku harus menjadi muslimah yang kaya. Selama ini orang-orang yang kita kenal terkaya di dunia adalah Bill Gates, Mark Zuckerberg, Warren Buffet dan belum pernah ada seorang muslimah yang terkaya versi majalah Forbes.

Aku berharap bisa mewujudkan impian itu. Mimpi tanpa action adalah nonsense dan impossible.

Untuk mewujudkan impian itu aku harus ‘take action.’ Ada beberapa aksi yang harus kulakukan agar jadi orang kaya, salah satunya aku harus mendirikan bisnis. Kata seorang motivator bisnis bahwa lakukan bisnis sesuai dengan passion.

Adapun beberapa bisnis yang sangat aku sukai dan akan kulakukan beberapa tahun ke depan berupa:

a. Bisnis perhotelan

Aku sangat menyukai travelling dan aku bisa mendirikan perhotelan yang murah bagi traveler tapi sangat mementingkan fasilitas dan pelayanan

b. Bisnis kafe buku dan komik

Aku sangat menyukai tempat yang bernama sewa komik atau buku. Tapi selama ini tempatnya sangat membosankan. Hanya pinjam dan bayar. Aku ingin mendirikan kafe buku dan komik bukan hanya sebagai tempat penyewaan sekaligus kafe atau restaurant yang menyediakan makanan dan minuman.

c. Bisnis wedding organizer khusus muslimah

Selama ini aku sering menemukan para muslimah yang mengalami keluhan dan mencari-cari sebuah wedding organizer khusus muslimah. Bukan hanya menangani masalah pakaian tapi dalam hal riasan juga. Peluang ini bisa kumanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

d. Software House

Aku adalah seorang anak Teknik Informatika dan seharusnya aku bisa menumbuhkan satu bisnis yang berhubungan dengan jurusan yang sedang kujalani. Bahkan aku bisa menjadi seorang developer mobile application untuk android karena peluang menjadi developer sangat besar melihat pasar smartphone yang sedang hangat di dunia.

e. Mendirikan tempat kursus belajar bahasa Jepang dan English

f. Penulis

My passion and my strength is writing. Yang terakhir ini tidak boleh aku lupakan. Menjadi seorang penulis merupakan pekerjaan bisnis yang cukup menggiurkan jika kita ingin mau menjalaninya dengan tekun.

Impian bisnis yang ingin dijalani sudah tertulis rapi, sekarang saatnya menuliskan goal atau tujuan penyemangat agar aku bisa semangat dalam menjalankan bisnis nanti:

– Aku harus jadi muslimah yang kaya. Dengan begitu kekayaan ini bisa kugunakan untuk kemajuan islam. Seperti Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz, walaupun kaya raya tapi tetap sederhana dan rendah hati dalam kehidupan. Dengan kekayaan ini aku bisa mewujudkan impian untuk mendirikan rumah sakit gratis bagi kaum dhuafa yang selama ini terkendala dengan masalah biaya.

– Aku harus jadi muslimah yang kaya. Aku bisa mendirikan sekolah gratis bagi anak-anak terlantar yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena biaya sekolah yang setinggi langit apalagi pemerintah kurang concern tentang masalah ini.

– Aku harus jadi muslimah kaya sehingga aku bisa pergi naik haji bersama kedua orang tuaku.

– Aku harus jadi muslimah kaya dan dengan begitu aku bisa melakukan travelling sekaligus menuntut ilmu ke luar negeri. Setelah itu aku bisa menuliskan dan membagi ilmu itu kepada orang lain.

– Aku harus jadi muslimah kaya dan aku bisa mewujudkan mimpiku untuk bisa bersedekah yang banyak setiap harinya dan bisa berbagi dengan sesama.

Aku tidak tahu apa lagi yang harus kutuliskan tentang goal penyemangat ini. Tapi, yang terpenting adalah bahwa aku harus jadi muslimah yang kaya agar goal penyemangat ini bukan sekedar mimpi belaka. Lagi-lagi kuingatkan diriku bahwa menjadi kaya bukan tujuan hidup dunia tapi merupakan alat yang bisa dijadikan untuk melakukan kebaikan di dunia maupun akhirat. Aku harus jadi muslimah yang kaya!

In my room, January 31th, 2013

8:35 PM

@aozora_hime

Biodata Penulis

Aozora Hime merupakan nama pena Lia Anggraini. Lahir di Pekanbaru, 4 Nopember 1990. Hobinya membaca dan menulis. Menulis merupakan aktivitas yang sangat ia senangi sejak SD selain belajar bahasa asing.

Ia sering mempublish tulisan essay pengalaman hidupnya di kotasantri.com. Menjadi anggota FLP Pekanbaru sejak tahun 2008.

Sangat suka mengikuti kompetisi menulis. Ia termasuk 40 semifinalis lomba menulis “Setiap yang bernyawa akan kembali kepadaNya” yang ditaja oleh Oki Setiana Dewi. Menjadi Juara Satu dalam English Debate Competition yang ditaja oleh Jurusan Bahasa Inggris Universitas Riau 2011. dan menjuarai Lomba Menulis Cerpen yang ditaja oleh Forum Silaturahim Nurul Ilmi (FS NURI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SUSKA RIAU.

Advertisements