25. My Fin Story : My Financial Dreams

MY FINANCIAL DREAMS

By: Rahmi Wardha Lubis (UNIMED)

Rahmi_wardha@yahoo.com

Asalamualaikum warrohmatullahi wabarokatuh.

Sebenarnya tulisan yang saya buat ini sangat dipegaruhi oleh latar belakang
keluarga saya, cita-cita didalam hidup saya dan juga terinspirasi oleh
tokoh-tokoh yang saya kagumi.

Saya juga terinspirasi dengan film atau drama
yang sering saya lihat, maklum saja bagaimanapun jiwa muda masih mengalir
didalam diri saya.

Saya adalah mahasiswa di universitas negeri Medan (UNIMED) di jurusan
pendidikan kimia.

Curhat sedikit yah, sebenarnya pada awalnya menjadi
seorang guru bukan keinginan saya, ini semua adalah keinginan orang tua
saya yang ingin anaknya menjadi seorang guru.

Flash back, sebenarnya dari
dulu saya sudah jatuh cinta pada yang namanya kimia sehingga saya sangat
ingin menjadi seorang apoteker, jadi jurusan yang sebenarnya saya inginkan
adalah farmasi tetapi dikarenakan kemampuan finansial orang tua saya yang
tidak mampu untuk membiayai kuliah saya dijurusan tersebut, jadi saya
disarankan orang tua saya mengambil jurusan pendidikan kimia UNIMED.

Sedih memang hanya karna masalah finansial tapi but everythink is happen
for reasons jadi tidak perlu ada kesedihan yang berlarut untuk itu.  

Tapi
pengalaman hidup itu menjadi cambuk bagi saya agar dapat menatap kedepan
dan memiliki harapan yang besar untuk dapat membangun finansial hidup yang
baik.

Dan Sekarang ini saya sangat menikmati kehidupan saya sebagai calon
pendidik.

Untuk itu my financial dreams yang pertama adalah menjadi seorang PNS ini
semua terkait dengan cita-cita hidup saya saat ini untuk mengabdi didunia
pendidikan dan menurut saya menjadi PNS adalah salah satu jalannya.  

Sesuai
dengan salah satu konsep Cerdas Keuangan yaitu Multiply yaitu Cerdas
Melakukan Investasi, sebagai seorang PNS saya ingin menginvestasikan
pendapatan saya untuk membangun usaha dibidang pendidikan.

Yang pertama
saya ingin membuka lembaga bimbingan belajar dan juga private yang juga
bergerak secara online, mengatasi permasalahan anak didik dalam belajar,
lembaga belajar ini bersifat lebih fleksibel karna bisa dilakukan secara
online dan private concept.

Lembaga pendidikan ini juga bergerak dibidang sosial dengan mendidirikan
yayasan yang bergerak dibidang pendidikan dan memberikan beasiswa kepada
yang tidak mampu dan berprestasi agar tidak ada lagi alasan finansial untuk
mengabaikan pendidikan karna permasalahan keuangan.

Karena saya terkadang
iri dengan korea selatan dari drama korea yang saya lihat mereka dapat
meminjam ke bank untuk biaya sekolah dan juga ada negara yang menggratiskan
biaya pendidikan untuk masyarakatnya, mantap sekali kan.

Saya juga ingin
memiliki sekolah impian yang menghasilkan pelajar-pelajar yang berkarakter,
berkualitas dan siap menghadapi tantangan global. Wah besar sekali harapan
dan cita-cita saya untuk pendidikan Indonesia.

Sebagai seorang pendidik nantinya saya juga akan menjadi seorang istri saya
juga harus memiliki konsep money yaitu cerdas menciptakan Arus Kas Positif,
karna kedepan sebagai seorang istri saya tidak mau hanya mengandalkan suami
saya tetapi saya juga harus pintar dalam menciptakan arus kas positif agar
kehidupan rumah tangga memiliki sistem keuangan yang mantap karna itu saya
ingin memiliki usaha atau berwirausaha dengan suami saya dengan memiliki
restoran makanan, usaha percetakan dan bisnis property.

Restoran makanan
ini merupakan restoran makanan tradisional Indonesia yang memiliki sistem
seperti kfc, sehingga makanan traditional Indonesia dapat bersaing dengan
kfc dan sejenisnya.

Untuk percetakan saya ingin memiliki usaha percetakan
buku, yang mencetak buku-buku yang dapat mendidik anak bangsa, ini semua
masih terkait dengan bidang pendidikan yang saya geluti dan bisnis property sendiri
lebih bersifat seperti investasi dan saya harapkan ini semua dapat
menyokong sosial projects yang akan saya laksanakan di bidang pendidikan.

Dengan harapan memiliki penghasilan tak kurang dari 150 juta perbulan, saya
ingin membangun financial dreams saya.

Saya sadar uang bukan segalanya
tetapi segalanya butuh uang. Ini semua demi saya, keluarga dan masyarakat
saya.

Semoga tulisan ini dapat menjadi motivasi terutama bagi diri saya
sendiri dan saya mohon maaf apabila terdapat kesalaahan dan kekhilafan dalam
tulisan ini.  

Wassalam, keep on spirit.

The happiest people don’t have the best of everything they just make the
best of everything.  Because life simply, speaks kindly, care deeply, love
generously

Advertisements