5. My Biz Story : Kisah Wirausahaku

Kerugian itulah satu kata yang tidak ingin dialami oleh siapapun, baik
seorang pengusaha maupun masyarakat biasa.

Namun kerugian terkadang
disebabkan oleh faktor dari kita sendiri maupun orang lain.

Hal ini tidak
selamanya membawa dampak negatif. Terkadang kerugian memang berat
dirasakan, namun selalu ada hikmah dalam setiap jenjang hidup persoalan.

Dari kerugian itulah seorang manusia bisa lebih matang dalam
memertimbangkan letak kesalahannya dan berusaha untuk tidak mengulangi
kesalahan yang sama. Kerugian mengajarkan kita bagaimana seseorang itu
harus menerapkan prinsip terjadinya hubungan timbal balik.

Namun beberapa
dari mereka terkadang tidak memperdulikan prinsip tersebut sehingga pihak
lain mengalami kerugian baik berupa segi materiil maupun non-materill
akibat dari perbuatannya tersebut.

Itulah yang dialami oleh Yana seorang pengusaha menengah yang hampir
mengalami gulung tikar dalam menjalani usahanya.

Ini adalah merupakan suatu
bentuk kesalahan yang dilakukannya karena bersikap terlalu konsumtif. Bila
dilihat dari jenis usahanya, usaha ini merupakan salah satu jenis usaha
yang dapat cepat berkembang apabila kita memiliki beberapa pelanggan tetap.

Namun apa daya manajemennya tidak diatur secara sempurna, baik dari segi
karyawan maupun waktu kerjanya tidak memperlihatkan adanya suatu kemajuan
kecil yang dikatakan dapat merubah keadaan usaha tersebut di masa
mendatang. Akibatnya pelanggan banyak yang sudah tidak mempercayai Yana
sebagai partner kerjanya.

Walaupun pada awalnya banyak pelanggan yang sudah complaint namun inilah
keburukan dari seorang pengusaha yang satu ini, ia tidak pernah mendengar
dan selalu membantah teguran dari pelanggan setianya.

Akibatnya Yana pun
kehilangan satu per satu pelanggan setianya yang bisa dikatakan selalu
memesan barang kepadanya dalam jumlah yang cukup besar.

Hal ini menyebabkan
pengeluaran usaha Yana tidak stabil akibat pengeluaran usaha yang tidak
diimbangi dengan pemasukkan yang diterima olehnya selama ini.

Akibatnya Yana pun memiliki hutang dimana-mana akibat sikapnya itu selain
sikap konsumtif.

Pada awalnya memang Yana tidak bisa memperhitungkan secara
detail jumlah pemasukkan dan pengeluarannya selama ini serta tidak pernah
mendengar keluhan pelangggan sebagai cobaan dalam proses mengembangkan
suatu usaha.

Namun setelah mengalami kerugian yang cukup besar tersebut,
tanpa sadar Yana pun menyerah karena tidak sanggup membayar hutangnya yang
kian membengkak akibat bunga yang diberikan oleh bank tempatnya meminjam
uang. Yana menyerahkan keadaan keuangan perusahaannya kepada anaknya
tertuanya dengan harapan kondisi keuangan perusahaannya kembali stabil.

Namun sayang itu membutuhkan beberapa tahun untuk berusaha menutupi
hutang-hutang tersebut sebelum akhirnya usaha tersebut benar-benar
mengalami gulung tikar.

Dari kisah Yana tersebut dan beberapa pengusaha lain dapat diambil
kesimpulan bahwa setiap rencana itu harus dipertimbangkan secara matang
sebelum mengambil suatu keputusan yang tepat.

Selain itu kita juga harus
mendengar keluh kesah orang lain sebagai dorongan atau motivasi kita untuk
menjadi seorang pengusaha yang kebih baik lagi.

Jangan sampai niat kita
untuk menutupi suatu masalah selesai malah akan menimbulkan masalah yang
baru bahkan bisa dikatakan masalah itu member dampak yang lebih besar dari
dugaan kita.

——-
Tentang Penulis :

Nama Lengkap : Gabriella Rumondang Almadea Sihombing

Nama Panggilan : Gaby

TTL : Jakarta, 14 Desember 1994

Alamat : Jl. Batu III No.15 Rt.008/01 Gambir-Jakarta Pusat 10110

No.HP :0812-8848-3113      

Sekolah : SMAN 4 JKT

Advertisements