6. My Biz Story : Dari Sampingan Menjadi Dambaan

Dari Sampingan, Menjadi Dambaan

Memasuki masa-masa akhir di seragam abu-abu tidak sedikit menorehkan air
mata. Berjuta kenangan aku tinggalkan di sebuah gedung sekolah kecilku ini.

Proses kelulusan pun sudah berjalan cukup lancer, dan begitu pun dengan
masa-masa menjelang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) .
Suatu kebanggaan dan keajaiban nama aku masuk dalam daftar siswa-siswa yang
lolos melalui SNMPTN Undangan.

Hal ini berarti, aku akan merasakan masa
liburan transisi ini lebih panjang dibandingkan dengan teman-temanku yang
belum lolos melalui SNMPTN Undangan. Bayangkan tiga bulan harus berdiam
diri dirumah. Hari demi hari liburan berlalu dengan sesuatu yang kurang
bermanfaat bagi diri aku sendiri.

Suatu hari, salah seorang teman aku meminta tolong untuk dipesankan sepatu
“crocs” melalui internet.  

Yak, kemudian aku mencari di kaskus, berbagai
macam tipe crocs dengan harga yang paling rendah. Setelah mendapatkannya,
aku memesan size dan juga warna yang diinginkan oleh teman aku dan mencari
seller yang juga tersedia warna dan ukuran yang teman aku inginkan.

Setelah
aku melakukan setoran tunai kepada pedagang kaskus tersebut, crocs yang
sudah aku pesan akan dikirimkan melalui JNE. Setelah dua hari berlalu, dam
crocs pun datang ke rumahku, kemudian teman aku dating ke rumah untuk
mengambil pesanan crocs tersebut.

Syukurlah ukuran crocs tersebut sesuai
dengan ukuran kaki teman aku (maklum membeli sepatu online harus menghitung
panjang dan lebar kaki yang sangat riskan salah mengukur).

Dua hari kemudian, aku mendapatkan sms dari temanku yang mengatakan bahwa
ia ingin memesan crocs kembali untuk digunakan ganti saat kuliah. Namun,
kali ini dengan model yang berbeda dengan yang sebelumnya telah dipesan.

Setelah membaca sms tersebut, aku segera menghubungi pedagang kaskus yang
kemarin serta juga membrowsing kaskus forum jual beli dengan tujuan
mendapatkan harga yang lebih murah.

Kemudian, dalam benakku langsung muncul
sebuah ide, “bagaimana kalau misalnya aku sebagai perantara penjualan crocs
dari supplier ke konsumen”. Sejak saat itu, aku menambahkan margin profit
di antara harga supplier dengan harga jual.

Namun sebagian besar supplier
di kaskus menerapkan harga reseller setelah pembelian ketiga, sehingga
dapat dikatakan bahwa sampai penjualan ketiga aku hanya mendapatkan profit
sangat kecil, bahkan mungkin impas jika dihitung dengan pengeluaran ongkos
angkutan untuk pergi ke bank melakukan setoran tunai.

Namun, usaha aku tidak hanya berhenti disini, justru aku hanya butuh
menambah pembelian sebesar satu unit lagi untuk mendapatkan harga reseller
berikutnya.

Aku pun mulai mengupload foto berbagai macam tipe crocs di
facebook dan mulai melakukan tagging foto, kumulai dari sahabat-sahabat
terdekat.

Aku memang sengaja tidak mengpublish sebegitu besar untuk melihat
respon dari lingkungan terdekatku terlebih dahulu terhadap crocs ini. Jika
respon dari lingkungan terdekatku signifikan, maka aku akan meneruskan
untuk menggeluti bisnis crocs ini, dan berlaku sebaliknya.

Dan ternyata
respon dari orang-orang terdekatku itu cukup dibilang positif. Dua tanteku
memesan crocs melalui aku, kemudian mama dan kakak juga, serta teman-teman
SMA aku yang akan segera menduduki bangku kuliah juga memesan.

Bisnis crocs
aku semakin berkembang.

Setiap hari yang aku lakukan adalah meng-update
harga supplier di internet, disana aku menemukan banyak supplier yang
menawarkan dengan harga yang bersaing.

Namun, sebagai produsen harga
bukanlah satu-satunya faktor dalam pemutusan keputusan, tetapi faktor
layanan sangat mempengaruhi seperti misalnya kecepatan dalam merespon
pesanan, kecepatan proses pengiriman, dan juga pelayanan memperbolehkan
retur apabila terjadi kesalahan ukuran.

Mengapa demikian?

Yup, pertama
pelayanan dalam merespon, seperti kita ketahui bahwa konsumen itu sering
banyak bertanya , tetapi sulit untuk memutuskan. Jika kita lama dalam
merespon pertanyaan mereka, tidak jarang mereka akan menanyakan ke tempat
lain dan kesempatan kita pun akan hilang. Kedua, kecepatan dalam proses
pengiriman.

Hal ini juga sangat mempengaruhi, karena banyaknya konsumen
yang cerewet ingin segera mendapatkan barang yang dia beli atau pun juga
karena mereka takut kalau barang yang sudah mereka beli tidak dikirim
dengan penjual. Disini lah sangat dibutuhkan hubungan dengan pelanggan,
terutama agar mereka menaruh kepercayaan terhadap kita. Ketiga,
memperbolehkan retur ukuran.

Bisa dibilang duka dari menjual sepatu/sandal
online adalah ketidaksesuaian antara barang yang dibeli dengan ukuran kaki
yang sebenarnya, walaupun sudah diberitahukan cara menghitungnya dan
memberikan table ukuran sepatu. Apabila supplier tidak memperbolehkan
proses retur, maka saya yang akan menanggung biaya untuk membeli ukuran
sepatu baru.

Tentunya, ini akan mempengaruhi jumlah keuntungan yang saya
peroleh. Namun, apabila saya tidak memberikan service retur maka akan
mengurangi kepuasan konsumen tersebut. Saat itu, aku mencari supplier crocs
online dengan menjadi reseller untuk mendapatkan harga lebih murah.

Aku
memiliki beberapa kontak supplier crocs dalam handphone yang ketika salah
satu supplier tidak memiliki stock yang tersedia untuk calon pelanggan, aku
dapat memesan di supplier lainnya. Satu per satu pelanggan mulai dating.
Sampai pada akhirnya, datanglah salah satu pelanggan yang juga ingin untuk
menjadi reseller aku.

Seorang Ibu ini bernama Ibu Ida, dia bekerja sebagai
pegawai bank di Solo.

Ibu Ida menawarkan sepatu crocs kepada
teman-temannya, sehingga sekalinya pesan kepadaku bias menghabiskan uang Rp
1.000.000,00. Disinilah keuntunganku berlipat ganda.

Saat itu, aku selama
seminggu harus bolak-balik rumah-bank untuk melakukan beberapa rutinitas,
seperti mengecek saldo atm, mencetak buku tabungan, dan melakukan setoran
tunai ke supplier-supplier. Saat itu sekali aku ke bank bisa melakukan
transaksi senilai Rp 700.000,00.

Aku melakukan bisnis ini selama dua minggu
karena aku harus mengikuti proses penerimaan mahasiswa baru di kampus,
sehingga aku meutuskan untuk berhenti sejenak dalam bisnis ini.

Setelah aku
menghitung total keuntungan  selama dua minggu, dan itu suatu jumlah yang
aku sangat tidak menyangka sebelumnya, yakni Rp 2.850.000,00.

———————–

Wirapuspa Kartikasari

Advertisements