8. My Biz Story : Menentukan Tujuan Wirausaha

Menentukan Tujuan Berwirausaha

Oleh : El Faza Putri

Namaku Izzaturrokhamah, orang-orang biasa memanggilku dengan nama Icha. Aku
anak kedua dari empat bersaudara. Usiaku kini 20 tahun.

Akhir tahun lalu
tepatnya pada bulan Nopember 2012, aku baru saja mencoba membuat usaha
kecil di rumah (home industry) yaitu membuat kerajinan tangan dari kain
flannel, seperti membuat gantungan hp, gantungan kunci, bross, tempat
tissue, pigora foto, dan gantungan pintu kamar. Aku biasa menjualnya lewat
jejaring sosial facebook. Kadang aku juga menitipkan kreasi fannelku ke
beberapa toko dekat rumah.

Usaha kecilku ini kuberi nama “IZZA-COLLECTION.”

Awalnya, aku hanya iseng memasukkan beberapa foto kerajinan tanganku di
facebook pribadiku.

Tak ada niatan untuk menjual kreasiku itu, hanya
sekedar untuk menambah album fotoku saja. Namun, karena itu pula yang
membuat beberapa teman- temanku akhirnya tertarik dengan hasil kreasi
fannelku dan mulailah pemesan berdatangan.

Seiring berjalannya waktu, usaha kecilku berjalan dengan lancar, memang
terkadang tidak setiap hari ada yang membeli ataupun memesan kerajinan
tanganku.

Tapi beberapa kali masih ada pembeli, membuatku sudah cukup
senang dan ingin terus mengembangkan usahaku ini. Ada rasa senang
tersendiri yang aku rasakan ketika orang lain menyukai dan puas terhadap
barang yang sudah mereka pesan dan aku buat sendiri.

Aku bahagia jika bisa memberikan sesuatu kepada orang lain dari tanganku
sendiri, dan orang lainpun senang dengan pemberianku.

Sebelumnya aku tak menyangka akan seserius ini untuk masuk dalam dunia
bisnis.  Aku ingin lebih belajar tentang ilmu penjualan dan pemasaran.
Ingin terus menggali kemampuanku agar bisa menjadi pengusaha yang luar
biasa.

Dalam menjalankan usaha kecilku ini, membuatku banyak sekali berpikir
tentang berbagai hal.

Sering kali aku melihat di lingkunganku dan teman-teman seusiaku
berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan di tempat yang gajinya cukup
besar. Entah itu bagian produksi ataupun yang lainnya. Setelah berhenti
bekerja, mereka kembali melamar pekerjaan agar terus berpenghasilan.

Memang
bekerja dimanapun dan sudah berpenghasilan sendiri, selagi masih muda itu
langkah baik untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Apalagi
kebutuhan hidup semakin bertambah.

Di usia muda pula tenaga masih cukup kuat untuk mengerjakan pekerjaan
apapun. Namun ketika sudah cukup berpenghasilan besar dan mulai sibuk
dengan pekerjaannya, kadang mereka lupa untuk menggali kemampuan mereka
yang lain, yang sebenarnya tanpa mereka sadari mereka bisa lebih dari itu.

Karena itu tujuanku berwirausaha adalah bukan semata-mata hanya untuk
mendapatkan uang, namun aku berpikir bahwa aku tak selamanya terus
tergantung dengan pekerjaan di luar.

Tidak selamanya pula aku harus terus
melamar pekerjaan di luar sana untuk mendapatkan sebuah penghasilan. Dan
tidak selamanya pula tenagaku akan terus kuat untuk bekerja di tempat orang.

Tapi, bukan berarti aku harus berhenti bekerja di luar sana, bukan berarti
aku meremehkan pekerjaan di luar, namun aku berpikir bahwa aku harus
memutar otakku.

Aku masih muda, aku harus memaksimalkan potensi yang ada
dalam diriku yang bisa aku lakukan, aku tidak mau hanya meningkatkan skill-ku
yang bisa membuatku di terima di perusahaan besar saja, tapi meningkatkan
kretifitasku.

Banyak teman-teman seusiaku beranggapan bahwa membuka usaha kecil seperti
berjualan baju, berjualan aksesoris, dan sebagainya adalah kerja sampingan
atau hanya untuk mencari uang tambahan saja.

Beberapa kali berjualan, jika
sudah tidak laku, ataupun berpenghasilan rendah terkadang mereka
meninggalkannya dan sudah malas untuk melakukannya lagi.

Mereka lebih baik
bekerja di tempat lain yang sudah jelas penghasilan perbulannya, ketimbang
harus susah payah mengeluarkan modal, berpromosi kesana kemari, yang belum
tentu mereka ketahui hasilnya.

Dalam berwirausaha aku berpikir, bahwa di usia mudalah aku harus memulai
semuanya.

Selagi aku masih cukup tenaga aku harus memaksimalkan
kemampuanku. Dalam usia sekarang inilah waktu yang tepat untuk mulai
belajar berwirausaha. Jika di usia muda sudah terjun dan jatuh bangun dalam
berwirausaha, beberapa tahun kemudian aku yakin dengan ikhtiar yang tinggi,
di masa depan aku akan mendapatkan hasilnya.

Jika tidak dari sekarang aku memulai belajar berwirausaha, terus kapan
lagi?

Semakin lama usia semakin berkurang, tenaga juga berkurang, kemampuan
daya ingat untuk mengingat ilmu-ilmu baru akan semakin berkurang pula. Jika
aku tak serius mulai dari sekarang, terus sampai kapan aku harus tergantung
dengan pekerjaan di luar sana?

Memang aku masih awal dalam membuka usaha, aku masih belum tahu apa yang
akan terjadi pada usahaku.

Entah akan gulung tikar atau akan sukses. Namun,
aku tidak akan setengah-setengah dalam menjalankan usahaku ini. Aku ingin
terus mengembangkan usahaku dan terus mencari peluang usaha yang lain yang
aku bisa lakukan hingga menjadi usaha yang luar biasa.

Mungkin aku akan
mendapatkan kegagalan dalam usahaku ini. Dan kegagalan itu pasti akan
datang, namun aku yakin kegagalan itu akan membuatku mendapatkan
pembelajaran yang baru dalam berwirausaha.

Beberapa bulan setelah menjalankan usahaku ini, membuatku mendapatkan
teman-teman baru yang sama-sama mulai berwirausaha. Kami saling bertukar
pikiran dan saling memberi dukungan. Dan aku lebih semangat untuk terus
belajar dan belajar lagi.

Ada ide-ide baru yang muncul dalam otakku untuk
terus berwirausaha. Kini aku sudah mempersiapkan produk baru yang akan aku
luncurkan berkaitan dengan kemampuanku dalam ilmu desain grafis. Aku ingin
memanfaatkan ilmu yang aku dapat. Aku ingin memanfaatkan semua kemampuanku.

Otakku sekarang tidak hanya terfokus dalam satu titik saja untuk bekerja
mendapatkan penghasilan yang tinggi, namun otakku kini terisi bagaimana
mengembangkan usaha, bagaimana cara memasarkan produk, bagaimana caranya
untuk meningkatkan omset penjualan, dll.

Selalu ada ilmu baru yang aku dapat dalam berwirausaha. Terus berusaha dan
berdoa, tidak mudah putus asa, dan tidak berhenti belajar adalah kunci
keberhasilan. Dan yakinlah Tuhan akan membalas kerja keras kita.

Saatnya generasi muda berwirausaha….

———————–

Biodata Penulis

El Faza Putri, lahir di Sidoarjo, tanggal 28 April 1992.

Perempuan yang
memiliki nama asli Izzaturrokhmah ini gemar menulis, berselancar di dunia
maya, dan membuat kerajinan tangan. Anak ke dua dari empat bersaudara ini
memiliki impian sejak kecil menjadi seorang Penulis dan Pengusaha.

Walaupun
baru memulai untuk memperjuangkan impiannya itu pada usia 20 tahun, namun
ia yakin tak ada kata terlambat untuk meraih mimpi selagi nafas masih
berhembus.

Faza bisa di hubungi melalui alamat akun FB:
http://www.facebook.com/huachachiecha.iecha, email: Izzaturrokhmah@gmail.com,
HP: 089687375934,

atau ke alamat: Meli’an Gg.Margorukun RT.01/09 No.18
Kejapanan Gempol-Pasuruan, Jawa Timur Kode Pos: 67155.

Advertisements