Curhat Finansial : Investasi Reksadana, baiknya melalui Bank atau MI

Pertanyaan ini diajukan ke Admin Cerdas Keuangan melalui BBM dan dijawab oleh seorang Independen Financial Planner.

Pertanyaan dan Jawaban ini dimuat di Rubrik Konsultasi asuhan mbak Agustina Fitria http://www.yea.co.id/konsultasikeuanganpajakartikel.php?id=629

Nama dan identitas disamarkan.

Pertanyaan:
 
Saya ingin memulai investasi di reksadana. Mana yang lebih menguntungkan, membeli reksadana di bank atau langsung ke Manajer Investasi? Terima kasih (Felix – Surabaya)
 
Jawaban:
 
Halo, Felix …

Memulai investasi dengan membeli reksadana adalah salah satu pilihan yang tepat, karena membeli reksadana bisa dengan jumlah dana yang kecil, dikelola oleh orang-orang yang ahli dan bersertifikasi, tersedia dalam berbagai jenis produk sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko investor, diatur dan diawasi oleh lembaga pemerintah, dan sudah dipasarkan secara luas baik oleh Manajer Investasi (MI) maupun melalui Bank.
 
Manajer Investasi adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan investasi. Orang yang bekerja dan ahli di bidang pengelolaan investasi dan telah bersertifikasi disebut Wakil Manajer Investasi (WMI).
 
Membeli reksadana di Bank memiliki kelebihan :

1. Bank menyediakan lebih banyak pilihan produk reksadana dari berbagai MI

2. Bank telah melakukan analisa terlebih dahulu terhadap kredibilitas MI

3. Minimum pembelian bisa lebih kecil daripada jika membeli langsung ke MI.

4. Terdapat fasilitas autodebet dari rekening nasabah di Bank tersebut untuk membeli reksadana secara rutin, sehingga membantu nasabah untuk disiplin berinvestasi.

5. Beberapa bank juga memberikan kemudahan untuk membeli reksadana secara online (internet banking)

6. Cabang Bank tersebar di berbagai daerah di Indonesia (umumnya kota besar ada) sehingga memudahkan akses investor di daerah untuk membeli reksadana. Namun demikian, tidak semua kantor cabang dapat melayani transaksi reksadana karena haruslah dilakukan oleh petugas Bank yang telah bersertifikasi WAPERD (Wakil Agen Penjual Reksadana)

7. Dapat digunakan untuk membeli reksadana-reksadana dari MI yang tidak menjual langsung kepada nasabah retail.

Namun, ada juga kekurangannya, seperti:

1. Tidak semua MI bekerjasama dengan Bank, sehingga bisa saja reksadana yang sudah kita incar tidak bisa kita beli melalui bank tempat kita memiliki rekening.

2. Jika kita ingin menjual reksadana (redemption), kita harus datang ke bank untuk mengisi formulir penjualan. Beberapa bank mensyaratkan penjualan harus dilakukan di cabang dimana kita membeli reksadana tersebut

3. Informasi tentang reksadana (prospektus, fund fact sheet) harus kita cari sendiri melalui website masing-masing MI.

4. Tidak semua bank memberikan layanan perihal informasi perkembangan pasar modal dan global sebagai penunjang investor dalam melakukan keputusan investasi.

Kelebihan membeli reksadana langsung di MI:

1. Kita bisa membeli reksadana sesuai yang kita inginkan

2. Terdapat beberapa hal yang dapat dinegosiasikan dengan MI, misalnya tim sales dari MI bisa datang ke tempat nasabah untuk membuka rekening, untuk penjualan reksadana bisa mengisi formulir secara softcopy (melalui email maupun fax), masa pencairan dana bisa minta lebih cepat daripada ketentuan standar, dll.

3. MI biasanya secara berkala memberikan informasi tentang kondisi pasar modal di Indonesia maupun dunia juga pertumbuhan reksadana yang dikelolanya (dalam fund fact sheet). Tidak semua informasi ini dapat diakses secara umum, jadi merupakan nilai tambah untuk pemilik reksadana di MI tersebut.

4. Nasabah bisa menanyakan secara detil perihal strategi pengelolaan reksadana

Kekurangan membeli reksadana di MI:

1. Kita harus melakukan analisa sendiri atas kredibilitas MI.

2. Jika kita membeli berbagai reksadana dari berbagai MI, maka kita harus mengadministrasikan dengan baik nomer-nomer rekening bank custodian untuk masing-masing reksadana.

3. Tidak semua MI memiliki fasilitas / kerjasama dengan bank untuk melakukan pembelian reksadana secara otomatis dan rutin. Hal ini bisa diantisipasi dengan membuat perintah auto transfer (standing instruction) dari bank tempat rekening tabungan ke rekening bank custodian masing-masing reksadana yang dibeli.

Tentunya tiap bank akan mengenakan biaya yang bervariasi untuk layanan ini (biaya administrasi untuk auto transfer, dan juga biaya kliring/transfer nya jika busk custodian berbeda dengan bank rekening tabungan kita)

4. Minimum pembelian reksadana bisa lebih besar daripada jika membeli melalui Bank.

Nah, silakan Felix memilih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Jika punya banyak waktu untuk melakukan analisa kredibilitas MI, terdapat kantor cabang MI di kota domisili, reksadana pilihan Felix tidak dijual oleh Bank, dan siap dengan biaya perintah auto transfer maka Felix bisa memilih membeli reksadana secara langsung. Jika sebaliknya, maka Felix lebih baik membeli reksadana melalui Bank.
 
Selamat berinvestasi

Advertisements