Perencanaan Keuangan Awal Tahun

Sebelum Tahun Baru kembali menjemput, ada bagusnya kalo sambut duluan Tahun Baru itu dengan Memeriksa Kondisi Keuangan Pribadi dan Keluarga lalu tetapkan Tujuan Keuangannya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya mungkin rasanya sulit sekali untuk menjalani resolusi yang telah dibuat, padahal di awal tahun terutama di tahun baru kita semangat banget dalam membuat resolusi padahal membuat tujuan tanpa menjabarkannya secara detail adalah pekerjaan yang sia-sia.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memeriksa kondisi keuangan kita jelang penutupan tahun 2013, apa aja itu..simak list berikut ini :

1. Berapa Nilai Aset Saya ?

Apa saja yang udah dibeli, berapa nilai pasarnya saat ini, apakah harganya lebih tinggi atau lebih rendah daripada ketika membelinya?

Catat nilai tabungan, aset riil (rumah, tanah, logam mulia) maupun aset finansial (saham, reksadana ataupun nilai tunai asuransi) kamu.

2. Berapa sisa saldo hutang yang saya miliki saat ini?

Hati-hati dengan bunga hutang tinggi dan pembayaran fleksibel. Bayar kartu kredit tepat waktu sampai lunas.

Periksa juga total cicilan hutang, usahakan di bawah 30% penghasilan. Berhutanglah dengan bijak dan sehat.

Buat alasan yang kuat kenapa tujuan yang dibuat perlu diwujudkan

Belajar dari kesalahan dalam mengelola keuangan. Coba lihat bagaimana pengelolaan keuangan kamu di masa lalunya, apa yang salah disana sampai kamu tidak berhasil mencapai tujuan keuangan.

3. Berapa Pertumbuhan Investasi saya?

Investasi selalu dengan sasaran keuntungan minimal di atas inflasi rata-rata tahunan.

Periksa keputusan investasi sebelumnya, dan ajukan pertanyaan :

“Sudahkah saya meletakkan keranjang investasi sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini?”

“Apakah perlu mengevaluasi alokasi aset investasimu saat ini?”

4. Apa sajakah asuransi yang Sudah saya punya?

Mencatat semua asuransi, lihat polis asuransi yg aktif, perhatikan tingkat proteksi dari asuransi, masih memadai atau tidak.

Setelah mengetahui apa yang salah, lakukan perbaikan agar berhasil pada tahun ini.

Sesuaikan nilai pertanggungan asuransi agar manfaat asuransi maksimal di masa yang akan datang.

5. Sudahkah saya membuat tujuan keuangan. dalam beberapa tahapan target?

Orang akan merasa lebih percaya diri ketika mereka melihat perkembangan dari tujuan yang telah mereka tetapkan. Dengan membagi tujuan yang besar dibuat dalam beberapa tujuan kecil-kecil akan sangat memudahkan.

6. Sudahkah saya cek rutin untuk melihat kemajuan tujuan keuangan?

Seperti yang ditahun sudah-sudah, pengecekan terhadap tujuan biasanya dilakukan di bulan Desember ketika tahun sudah mau selesai.

7. Sudahkah saya meikmati prosesnya?

Banyak orang yang bilang proses lebih penting daripada tujuan. Dengan adanya tujuan beli motor, maka dirasa perlu melakukan itu semua, dan bila sudah berhasil melakukan perubahan-perubahan yang diperlukan, maka sangat mungkin tujuan akan terwujud.

8. Sudahkah saya melakukannya secara otomatis. ?

Salah satu cara untuk mempermudah terwujudnya suatu adalah dengan melakukan otomatisasi. Dalam dunia keuangan hal ini sangat mungkin di lakukan, karena sudah banyak bank atau instrumen investasi seperti reksadana sudah mempunyai sistem automatisasi.

9. Sudahkah saya memiliki partner ?

Ada yang bilang kalo partner akan membuat kita bisa lebih on the track dalam menjalankan tujuan-tujuan serta memberi semangat, memiliki partner yang cukup berhasil dalam mengelola keuangan akan membuat hal menjadi lebih baik.

Jika ingin bebas hutang, ya cari teman yang gak punya hutang, atau berhasil dalam membayar hutang-hutangnya.

10. Sudahkah saya memberi hadiah untuk diri sendiri?

Ini membuat kita lebih bersemangat dalam menjalankan tujuan-tujuan keuangan, so, janjikan diri sendiri hadiah ketika kita berhasil mencapai tujuan keuangan. Gak usah mahal tetep terjangkau.

11. Sudahkah saya persiapkan Dana Darurat Pribadi dan Keluarga?

Semua yang besar jumlahnya pasti berasal dari yang kecil-kecil. Uang, dapat terkumpul menjadi satu juta rupiah jika dan hanya jika semua terkumpul (termasuk juga uang recehan) Jangan pernah remehkan the power of uang recehan.

Cerdasnya manusia pasti punya cara masing-masing untuk dapat mengumpulkan uang receh sehingga dapat terkumpul banyak.

Celengan, amplop akordeon atau apapun bentuknya dapat jadi sarana mengumpulkan uang receh atau buka satu rekening tabungan yang khusus untuk menampung uang receh sehingga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dana darurat Anda.

Tujuan nya adalah supaya dana darurat tidak tercampur dengan dana lain dan dapat terkumpul tanpa terganggu.

12. Sudahkah saya membuat Catatan keuangan?

Ini sangat penting, catatan apapun jika rapih akan memudahkan kita monitor, apalagi catatan keuangan.

Learn, Share and Practice Your Financial Experiences !

Advertisements