4 Poin Penting Terkait Kondisi Makro Ekonomi Indonesia

Sejumlah isu berikut layak menjadi perhatian karena diprediksi akan mempengaruhi pasar finansial, beberapa poin Penting Terkait Kondisi Makro Ekonomi Indonesia

1. Bunga kredit rumah akan naik lagi

Bank-bank besar penyalur KPR berniat lagi menaikkan bunga KPR antara 0,5%-1%. Salah satunya, Bank Central Asia (BCA). Bank terafiliasi  Grup Djarum ini kembali berancang-ancang menaikkan bunga KPR sekitar 0,5% akhir bulan ini. Juli lalu BCA sudah menaikkan bunga KPR 0,5%. Di situsnya, Juli lalu suku bunga dasar kredit (SBDK) KPR BCA sebesar 9,5%.

2. Pemerintah turunkan asumsi makro RAPBN 2014

Kondisi perekonomian bakal suram sampai tahun depan. Buktinya, pemerintah mengubah asumsi dasar ekonomi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014. Outlook yang diberikan lebih buruk dari rancangan yang diumumkan pemerintah Jumat lalu (16/8).

Pertumbuhan ekonomi misalnya, diprediksi berada di kisaran 5,8%-6,1% atau meleset jauh dibanding RAPBN 2014 yang diumumkan sebesar 6,4%. Inflasi sendiri diproyeksi 4,5%-5,5%, sebelumnya sebesar 4,5%. Untuk nilai tukar rupiah yang sebelumnya Rp 9.750 per dollar AS, turun menjadi 10.000-10.500 per dollar Amerika Serikat (AS).

3. Posisi rupiah

Rupiah kembali melemah. berdasarkan kurs tengah bank Indonesia, kemarin, dollar Amerika Serikat (AS) menguat 0,61% menjadi

Rp 10.950. Padahal pasangan USD/IDR di pasar spot, Rabu (28/8) melemah 0,63% menjadi 11.265 dibanding sebelumnya.

4. Posisi IHSG

Sempat berkubang di zona merah pada sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi II hari ini, Rabu  (29/8) berhasil naik dan berada di zona hijau di penutupan sesi II.

IHSG tercatat naik 58,63 poin atau naik 1,48% menjadi 4.026,47. Tercatat ada 154 saham menguat dan 125 saham turun dan 74 saham diam tak bergerak.

Sampai pukul 16.00 WIB, tercatat ada 5.772,95 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp 7.260,44 triliun

Advertisements