BuyBack Saham Akankah Berhasil ?

Setelah melemah beberapa pekan berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia sempat mengalami penguatan. Akankah penguatan yang dipicu aksi beli dan buyback para emiten ini berlanjut?

Pada penutupan perdagangan Rabu (28/8), IHSG menguat 1,48 persen ke level 4.026,47. Indeks berhasil menanjak meski tren pergerakan bursa saham regional melangkah ke arah sebaliknya. Indeks pun tertolong untuk tidak kembali jatuh ke level 3.000 lantaran aksi beli investor lokal di saham-saham berkapitalisasi besar.

Keyakinan investor rupanya dipicu oleh rencana Bank Indonesia menggelar pertemuan dengan pemerintah terkait rencana penyelamatan ekonomi. Bank sentral juga dikabarkan akan menggelar Rapat Dewan Gubernur yang kemungkinan akan memutuskan kenaikan suku bunga demi menekan inflasi. Kebijakan jangka pendek semacam ini yang memang ditunggu oleh pasar.

Padahal sebelumnya pasar sama sekali tidak merespons empat paket kebijakan pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi. Hal ini terjadi karena strategi yang diberlakukan berada di sisi fiskal, tanpa menyentuh sektor moneter. Namun kebijakan Otoritas Jasa Keuangan yang mengizinkan emiten melakukan buyback tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham membawa berkah pada IHSG.

Tercatat beberapa emiten plat merah melakukan buyback. Langkah ini diikuti perusahaan swasta besar sehingga memancing gairah pasar. Kondisi ini direspons oleh para pemain valuta asing sehingga nilai tukar rupiah menguat 0,35 persen ke level 11.300. Buyback saham-saham BUMN dan swasta rupanya membuat pasar semakin likuid.

Pada hari ini, Kamis (29/8), IHSG kemungkinan bergerak di level 3.900-4.100. Sedangkan rupiah akan bertengger di kisaran 11.050-11.350 per dolar. Sikap Bank Indonesia sangat dinanti oleh pasar dan diharapkan membawa gairah positif.

Penulis: Peppy Ramadhyaz

Advertisements