Investment Outlook 2014

Oleh Barratut Taqiyyah

Dana asing gencar masuk pasar saham Efek Januari melanda Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dana-dana asing gencar masuk lagi ke pasar saham. Bahkan, sejak Kamis pekan lalu (9/1), asing selalu mencatatkan pembelian bersih (net buy) di pasar saham.Dalam dua hari terakhir, total net buy asing mencapai Rp 3,01 triliun. Tak pelak, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun bak mendapat multivitamin. Kemarin, IHSG menguat 1,19% ke level 4.441,59. Secara year to date, IHSG sudah memberi gain 3,92%.Kemarin, aksi beli asing terjadi di beberapa saham bank. Diantaranya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Indonesia Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Selain itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), juga menjadi buruan pemodal asing.Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia bilang, investor asing mulai kembali masuk ke pasar saham Indonesia sejak pertengahan Desember 2013 seiring keluarnya keputusan The Federal Reserve (The Fed) mengenai pemotongan stimulus ekonomi Amerika Serikat. Hanya saja, arus masuk dana asing tidak terlalu kentara. “Mereka melakukan on-off, tapi secara umum arus balik dana asing sudah mulai kontinyu,” kata dia, Rabu (15/1). 

Masa obligasi berimbal hasil tinggi

Investor berpeluang mengantongi keuntungan alias imbal hasil menarik dari obligasi korporasi anyar di tahun ini. Pasalnya, perusahaan diprediksi akan menawarkan kupon lebih tinggi ketimbang tahun lalu, seiring kenaikan tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate).Analis Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Fakhrul Aufa mengatakan, tahun ini,  BI rate diperkirakan masih akan naik, sehingga bisa memengerek yield obligasi pemerintah seri acuan. Akibatnya, kupon obligasi korporasi akan ikut merangkak naik.Ia mencontohkan, obligasi yang akan diterbitkan PT Toyota Astra Financial Services (TAFS). Anak usaha Grup Astra ini berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 600 miliar, yang merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) senilai total Rp 4 triliun.Mengacu prospektus, obligasi ini dibagi menjadi dua seri, yaitu seri A bertenor 370 hari, dan seri B berjangka waktu tiga tahun.Surat utang ini mendapat peringkat AAA, dengan prospek stabil dari PT Fitch Ratings Indonesia. Rencananya, penawaran awal atau bookbuilding dilakukan pada 16 – 27 Januari 2014. Penawaran umum digelar pada 7 Februari dan 10 Februari. Fakhrul menduga, obligasi ini akan menawarkan kupon di kisaran 9% – 9,5% per tahun untuk tenor setahun. Sedangkan, kupon untuk tenor tiga tahun berkisar 9,6% hingga 9,7%.  “Kisaran kupon tahun ini akan lebih tinggi dibanding penerbitan sebelumnya. Tahun lalu, obligasi TAFS03A tenor 1 tahun memberikan kupon sebesar 6,6%,” kata Fakhrul, Rabu (15/1).

Posisi rupiah

Rupiah ditutup melemah pada perdagangan, Rabu (15/1). Di pasar spot, rupiah tertekan 0,29% ke level Rp 12.085 per dollar AS. Kurs dollar AS di Bank Indonesia menguat 0,29% menjadi 12.085.Analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto menyebut, meski melemah, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS bisa dibilang relatif stabil. Dari dalam negeri, belum ada sentimen yang bisa mengangkat rupiah.Namun, dari eksternal ada pernyataan Bank Dunia yang merevisi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,2% pada tahun ini, dari prediksi  Juni 2013 lalu, sebesar 3%. Prediksi ini diharapkan bisa mendorong ekspor negara berkembang, sehingga positif bagi Indonesia.

Posisi IHSG

Kemarin, IHSG menguat 1,19% ke level 4.441,59. Secara year to date, IHSG sudah memberi gain 3,92%.Reza Nugraha, analis MNC Securities mengingatkan, kenaikan IHSG ini hanya sementara. Ia menduga, IHSG akan bergerak fluktuasi menjelang pemilihan umum digelar April 2014 nanti. “Jika ingin trading sebaiknya di saham blue chips,” jelas dia. Menurut Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker, IHSG memang biasanya akan naik kencang menjelang pemilu. Sebab, investor ekspektasi pemerintahan baru akan lebih baik. Satrio memperkirakan, IHSG akan bergerak ke level 4.650-4.700 hingga pelaksanaan pemilu legislatif, April 2014 mendatang. 

Posisi bursa AS

Bursa AS ditutup sumringah pada transaksi tadi malam (15/1) di New York. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor’s 500 naik 0,6% menjadi 1.848. Level ini melampaui rekor sebelumnya yakni 1.848,36, yang terjadi pada 31 Desember lalu. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,6% menjadi 16.378,03. Bursa AS bergerak positif setelah Bank Dunia menaikkan prediksi pertumbuhan global. Selain itu, penorehan laba oleh Bank of America Corp memicu reli pada saham-saham di sektor finansial. “Ini merupakan reli yang berdasarkan pada siklus dan makro global. Perusahaan merilis kinerja yang betul-betul bagus, kususnya JPMorgan dan Bank of America. Jika bank memiliki kinerja baik, maka perekonomian juga akan baik,” jelas Jerry Braakman, chief investment officer First America.

Kontan.co.id

Advertisements