Apa itu Transaksi Swap?

Untuk memperdalam pasar keuangan, menjaga stabilitas ekonomi dan kecukupan valuta asing (valas), maka transaksi swap perlu semakin diperkuat.

Apa itu transaksi Swap?

SWAP adalah transaksi pertukaran dua valas melalui pembelian tunai dengan penjualan kembali secara berjangka, atau penjualan tunai dengan pembelian kembali secara berjangka. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kepastian kurs (kurs bersifat tetap selama kontrak), sehingga dapat menghindari keugian selisih kurs.

Menurut ketentuan fiskal, SWAP menghasilkan keuntungan/kerugian bagi wajib pajak pada saat terjadinya realisasi pembayaran (jatuh tempo).

Pada tanggal 1 Feb 1999, PT ABC menerima pinjaman dari luar negeri sebesar USD 10,000, dengan jangka waktu 1 tahun, bunga 9 % per tahun. Spot rate USD 1 adalah Rp 8.000,00.

Selanjutnya, PT ABC membuka kontrak SWAP dengan bank devisa jangka waktu 12 bulan dengan premi 10%
atau sebesar = (Rp 8.000,00 x 360 x 10)/(360 x 100) = Rp 800,00. 
Apabila pada 1 Feb 2000 terjadi realisasi, maka kerugian selisih kurs yang terjadi adalah :
 Penjualan devisa tanggal 1 Feb 1999
= 10,000 x Rp 8.000= Rp 80.000.000,00
Pembelian devisa tanggal 1 Feb 2000
= 10,000 x Rp 8.800= Rp88.000.000,00 
Kerugian selisih kurs= Rp 8.000.000