Pertimbangkan 5 Hal ini Sebelum Meminjamkan Uang ke Teman

Sebagai teman yang baik atau bahkan seorang sahabat yang baik tentu saja kamu punya keinginan untuk membantu sesama yang sedang kesusahan. Bantuan jasa, selagi masih mampu akan kamu usahakan, akan tetapi bagaimana jika bantuan yang diinginkan ini dalam bentuk uang?

Membantu merupakan hal yang mulia namun jika sudah menyangkut uang ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Jika tidak mempertimbangkan beberapa hal ini bisa berakhir dengan pertengkaran.

Misalnya aja, seseorang meminjamkan uang kepada teman kantornya. awalnya, jumlah pinjaman gak seberapa..namun kemudian peristiwa ini pun berulang. Dari yang mulanya Rp100.000, naik menjadi Rp 1.000.000 tanpa kejelasan kapan akan membayar utang.

Mungkin beberapa di antara kita mempunyai uang berlebih setiap bulannya. Jika ada teman yang membutuhkan, boleh dong kita bantu. Tapi, jangan asal kasih pinjaman. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar uang yang kita pinjamkan bermanfaat.

Berikut lima hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum meminjamkan uang pada temanmu :

1. Cek dulu kondisi keuanganmu

Ketika teman kamu mencurahkan masalahnya yang menyangkut dengan uang, sebagai orang terdekat tentu ada rasa ingin membantu. Namun sebelum meminjamkannya, cek dahulu isi dompet kamu. Jangan tawarkan untuk meminjamkan jika ternyata kondisi keuangan tidak memungkinkan. Terkadang jika kamu sudah bersedia meminjamkan uang berarti kamu sudah mengetahui bahwa kondisi keuangan saat ini lebih dari cukup.

girl-looking-at-paper

2. Harus ada alasan yang sangat mendesak untuk pinjam uang

Si peminjam harus punya alasan yang jelas saat meminjam uang. Beberapa kasus yang layak dibantu adalah keadaan darurat, seperti sakit atau kecelakaan. Dana darurat si peminjam mungkin tidak cukup untuk melunasi biaya rumah sakit. Atau asuransi kesehatannya menggunakan sistem reimburse yang butuh dana talangan dulu. Untuk keadaan darurat seperti ini, sah-sah saja kita memberikan pinjaman.

3. Sebagai orang yang meminjamkan uang, kamu harus bisa tetapkan dengan jelas batas waktu pembayaran hutang

Sebagian dari kamu pasti memiliki rasa tidak enak untuk menetapkan tenggat waktu pada teman yang meminjam uang. Namun perlu diingat, meminjamkan uang ke teman tidak seperti bank atau jasa peminjaman lainnya yang secara hukum melibatkan batas waktu dan bunga. Jadi ada kemungkinan teman kamu tidak merasa harus buru-buru membayar. Jangan sampai hal tersebut memicu konflik dan prasangka buruk dalam hubungan pertemananmu.

Yang namanya utang harus dibayar. Yang namanya piutang harus ditagih. Kita sebagai yang meminjamkan harus tegas. Kalau memang dari awal uangnya mau direlakan, mending disumbangin ke mereka yang lebih berhak, misalnya panti asuhan, perpustakaan keliling, gerakan orang tua asuh.

Dalam urusan tagih-menagih, kebanyakan orang merasa kurang nyaman kalau menagih secara langsung. Untungnya, teknologi bisa membantu. Karena kesepakatan utangnya terekam di whatsapp, tinggal di-screencapture lalu dikirim ke si peminjam. Bahkan sekarang ada aplikasi perbankan yang memungkinkan kita request money alias meminta uang ke rekening orang yang mempunyai utang ke kita. Cerdas yah!

4. Ingatlah bahwa konflik yang ditimbulkan dari berhutang dapat membahayakan persahabatan

6649_tall
Urusan uang bukanlah hal yang sepele, terlebih jika melibatkan jumlah yang cukup besar. Meskipun ia teman baik kamu, terkadang kamu merasa tidak rela jika uang tidak dikembalikan. Hal ini bisa memicu putusnya hubungan dua sahabat karena hilangnya rasa kepercayaan.

5. Hindari teman yang sering nunggak hutang

Jika kawan kmu kerap meminjam namun jarang atau tidak pernah dikembalikan, ada baiknya kamu jangan lagi memberikannya pinjaman. Hal ini bukan berarti kamu bersikap jahat, namun sebagai bentuk pelajaran terutama jika teman yang kekurangan uang diakibatkan karena borosnya gaya hidup. Sebaiknya berilah saran dengan cara yang halus agar ia tidak mengulangi kebiasaan ini.

6. Perhatikan besarnya uang yang dipinjamkan

Akan cukup sulit untuk menghadirkan bukti untuk menagih hutang jika pinjaman ini memang sifatnya tidak formal. Jika pun ada bukti, bagaimana kalau teman benar-benar belum bisa membayar atau menghindari hutang tersebut? Untuk mengatasi hal itu, sebaiknya pinjamkan uang dengan jumlah yang rasional sehingga kalau teman sulit membayarnya kembali, masalahnya tidak akan berakibat panjang.

Jika memang kamu berniat meminjamkan uang, kenalilah sifat teman kamu, apakah ia akan bisa dipercaya untuk dapat membayar tepat waktu. Penting juga bagi kamu untuk mengetahui alasan mengapa kawan meminjam uang, jangan sampai kamu meminjamkan uang untuk dibelikan barang-barang yang tidak perlu. Meminjamkan seikhlasnya bisa menjadi solusi jika kamu belum sepenuhnya percaya pada si peminjam.