Memulihkan Kondisi Keuangan Setelah Lebaran

Bukannya bahagia, kebanyakan orang justru bersedih ketika melihat keuangan pribadinya amblas setelah Lebaran. Berkumpul bersama sanak saudara pada Idul Fitri memang sangat menyenangkan. Namun, ketika libur Lebaran telah usai, semuanya berubah.

Banyak orang atau keluarga yang bersedih karena terbelit permasalahan keuangan akibat kurang matangnya pola pengaturan finansial yang dimiliki, khususnya saat menghadapi bulan suci Ramadan kemarin.

Sebenarnya kecenderungan menjadi boros saat berada di bulan Ramadan tak dapat Anda elakkan. Sebab biasanya banyak sekali tradisi ataupun kebiasaan yang harus Anda lewati, misalnya ajakan buka bersama (bukber), menyiapkan kue dan segala hidangan khusus Lebaran, belanja pakaian baru, mudik, hingga bagi-bagi tunjangan hari raya (THR) untuk sanak saudara.Apabila Anda tak memiliki self control yang baik dalam mengelola keuangan pribadi, secara otomatis kondisi keuangan Anda akan terkuras habis di bulan Ramadan kemarin. Malah saking kebablasannya, gaji serta THR tak cukup lagi meng-cover pengeluaran Anda. Alhasil, tabungan pribadi terpaksa ikut digunakan untuk menutupi kekurangan selama kemeriahan bulan suci Ramadan kemarin.

Setelah libur Lebaran berakhir, kehidupan Anda kembali normal, dan buruknya pemborosan yang dilakukan kemarin berdampak langsung pada stabilitas keuangan yang Anda miliki. Kembali BermanfaatDikaji dari sisi bahasa, Lebaran berasal dari kata lebar (selesai). Selain itu, Lebaran berarti lebur (terhapus) dari segala dosa, dan kita kembali pada kesucian, baik secara batin maupun lahir. Bahkan, jika kita ibaratkan sebuah titik, Lebaran adalah titik nol manusia untuk memulai kembali kehidupan baru pada 11 bulan ke depan.Hal tersebut termasuk kehidupan finansial Anda. Setelah Lebaran, diharapkan keuangan yang Anda miliki juga berada di posisi yang aman, bahkan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Lebih baik jadikan Ramadan tahun ini sebagai pembelajaran, dengan harapan ke depannya, saat berjumpa kembali dengan bulan penuh berkah tersebut, Anda lebih siap dan matang dalam mengelola keuangan.

Mohamad Andoko, Co Founder Komunitas Cerdas Keuangan yang juga Perencana Keuangan di OneShildt Financial Planning, menuturkan sebaiknya biaya untuk Lebaran dimasukkan ke anggaran tahunan. Tidak lupa menyertakan anggaran bulan puasa sebab pengeluaran pada bulan puasa umumnya lebih banyak dari biasanya sehingga sangat penting untuk diperhitungkan.Hal tersebut bertujuan mengurangi beban pengeluaran, minimal waktu persiapan dana tersebut sudah dilakukan setidaknya tiga bulan sebelum Idul Fitri. “Jika tidak, siap-siap saja pengeluaran Anda membengkak,” jelas Andoko.

Selain itu, anggaran Lebaran yang harus disiapkan cukup sekitar 5 persen dari penghasilan yang diperoleh tiap bulannya. “Dana yang disisihkan untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang itu kan kira-kira 30 persen. Kalau dana Lebaran yang masih 12 bulan, hanya memakan 3–5 persen saja,” ungkapnya.

Lebih jauh, Andoko menjelaskan bahwa anggaran Lebaran ini dibagi lagi menjadi beberapa pos sehingga pemenuhan kebutuhan Lebaran Anda nantinya terbagi secara sempurna. Nah, yang terpenting dalam bulan Ramadan ialah jangan gunakan momentum ini sebagai ajang pemborosan. 

Menata Kehidupan FinansialBerikut beberapa tip yang harus Anda perhatikan dalam menata kembali kondisi keuangan Anda yang amblas setelah Lebaran.-     

Atur ulang perincian pengeluaran
Untuk menekan pengeluaran setelah Lebaran, lihat kembali mana yang sekiranya dapat diminimalisasi atau dihapus sama sekali penggunaannya, seperti biaya internet bulanan atau berlangganan televisi kabel di rumah Anda. Jika memang jarang menggunakan fasilitas tersebut, ada baiknya berhenti berlangganan untuk sementara waktu. Atau mungkin jika biasanya Anda selalu menggunakan paket full service untuk gadget, bisa diganti ke paket yang lebih murah meriah. –     

Batasi pengeluaran harian
Terima konsekuensi atas pemborosan yang Anda lakukan di bulan Ramadan. Jadi, apa pun gerak-gerik yang Anda lakukan nanti tidak seleluasa dulu karena semua bentuk pengeluaran akan mengalami pemotongan dan dibatasi demi pulihnya kesehatan finansial Anda. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan dalam membatasi biaya yang dikeluarkan dalam sehari.Biaya makan. Apabila biasanya Anda menghabiskan jam istirahat kerja di resto, coffee shop, ataupun tempat makan mahal, Anda diwajibkan membawa makan siang atau cemilan sendiri dari rumah. Selain itu, untuk biaya transportasi, kalau Anda sering menggunakan kendaraan pribadi atau taksi ke kantor, biasakanlah diri Anda menggunakan transportasi publik. –     

Jangan berutang
Apa pun sulitnya kondisi Anda ke depan, usahakan tidak berutang pada siapa pun sebab itu akan menambah beban diri Anda sendiri suatu saat nanti. Jadi, nikmati saja apa yang Anda miliki sekarang dan percaya bahwa nantinya Anda akan memperoleh kenyamanan finansial yang lebih baik dari sekarang. –     

Mengembalikan dana darurat
Keuangan setelah Lebaran, sedikit demi sedikit, akan kembali pulih. Maka, jangan lupa mengarahkan uang Anda tersebut untuk kembali membangun dana darurat yang telah terpakai selama bulan Ramadan. Hal ini penting dilakukan karena dana darurat dapat digunakan untuk meringankan beban finansial ataupun menekan beban pengeluaran tabungan Anda ketika sedang dirundung masalah keuangan kembali. –     
Skala prioritas
Apabila dahulu Anda memiliki anggaran untuk berlibur, shopping, atau untuk sekadar pemuasan hobi, untuk sementara waktu lebih baik pusatkan dana-dana tersebut ke dalam tabungan, uang belanja harian seperti ongkos bekerja, uang makan, ataupun untuk keperluan bulanan yang mendesak, seperti bayar listrik, air ataupun cicilan-cicilan lainnya.Sebelum melakukan hal tersebut, ada baiknya Anda catat semua pengeluaran tiap bulannya, lalu analisislah mana yang harus diprioritaskan atau yang tidak. 

Sumber : http://koran-jakarta.com/?17608-memulihkan%20kondisi%20keuangan%20setelah%20lebaran

Advertisements