(Guest Post) Bagaimana Merencanakan Dana Pendidikan ke Luar Negeri supaya Gak Berhenti di Tengah Jalan

Hampir semua orangtua ingin memberikan pendidikan terbaik buat anak-anaknya. Mengirim anak-anak ke luar negeri untuk menuntut ilmu adalah salah satu jawaban dan keinginannya yang terbesar para orang tua. Untuk memenuhi keinginan orangtua, diperlukan persiapan perencanaan alokasi dana pendidikan yang gak sedikit. Butuh perencanaan dan persiapan yang matang agar buah hati tidak terlantar saat berada di negeri orang.

Berikut tulisan Mohamad Andoko : “Merencanakan Dana Pendidikan ke Luar Negeri.”

Mohamad Andoko adalah seorang perencana keuangan dan juga Co Founder Cerdas Keuangan.

Orang tua dituntut untuk dapat mempersiapkan dana sekolah anak di luar negeri sejak dini. Kalau perlu, kala si anak belum memulai masa sekolah atau berusia balita. Sebab panjangnya jangka waktu menabung akan meringankan besaran uang yang harus disisihkan setiap bulan. Pun agar orang tua bisa membiayai pendidikan buah hati hingga tamat sekolah.

maxresdefault
Study abroad via maxdressdefault

 

Banyak orang tua yang memulangkan anaknya dari belajar di luar negeri karena uangnya tidak cukup.

Ketika berencana menyekolahkan anak ke luar negeri, orang tua wajib membuat perhitungan yang matang tentang biaya. Baik ongkos sekolah dan kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, sebaiknya orang tua terlebih dahulu mencari tahu negara atau sekolah tujuan. Juga menelisik kisaran biaya sekolah dan hidup pada masa sekarang dan memperkirakan ongkos pendidikan beberapa tahun mendatang.

Perhitungan itu dengan memasukkan angka inflasi. Tingkat inflasi di setiap negara berbeda-beda, rata-rata mencapai kisaran 15-20 persen setiap tahun. Dengan perhitungan ini, besaran biaya yang akan dikeluarkan selama menuntut ilmu di luar negeri bisa diperkirakan.

Selain kebutuhan biaya sekolah, anak pun memerlukan biaya untuk kebutuhan sehari-hari yang tidak sedikit. Mulai dari biaya sewa apartemen atau asrama, biaya listrik, telepon dan internet, makan, dan tranportasi.

Dengan asumsi kenaikan biaya hidup mencapai 20 persen per tahun, biaya hidup yang dibutuhkan juga akan membesar.

Karena itu, mempersiapkan dana pendidikan anak ke luar negeri tak cukup hanya dengan menabung. Sebab tabungan pendidikan tidak akan mampu mengatasi inflasi di bidang pendidikan yang setiap tahun meningkat.

Sebaiknya orang tua menggunakan produk investasi semacam reksa dana, deposito, tabungan dengan mata uang asing, atau tabungan berupa logam mulia.

Apa pun pilihan yang ditetapkan, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

 

Advertisements