Sudah Amankah untuk Cicil Mobil Baru?

Yang namanya alat transportasi, pasti dibutuhkan semua orang. Jika berbicara tentang mobil pribadi, akan lain ceritanya. Walaupun kebutuhan alat trasnportasi semakin hari semakin meningkat, akan tetapi seseorang akan berpikir ulang jika ingin memiliki mobil pribadi untuk memenuhi kebutuhannya akan sarana trasnportasi.

Apakah kamu sudah siap beli mobil baru? Apakah untuk membeli mobil baru ini kamu akan membayarnya lunas atau mencicil?

Semakin hari produsen mobil semakin gencar memasarkan produknya, misalnya saja dengan cara memberikan berbagai jenis promo. Salah satu promonya adalah promo cicilan mobil murah, yang ditujukan untuk para calon konsumen dengan penghasilan pas-pasan.

Bayangkan dengan cicilan sekitar Rp 3 juta-5 juta, kamu bisa memiliki mobil pribadi !

Namun apakah sanggup atau tidak bertahan ?

Disini akan dibahas dan diuraikan beberapa alasan mengapa kamu tidak direkomendasikan untuk maksain diri mengajukan cicilan mobil ketika masih memiliki gaji sekitar Rp 3 jutaan, seperti dikutip dari www.cermati.com

1. Tenor yang Panjang

Untuk masalah pembelian sebuah mobil dengan cicilan yang murah, tentu saja hal ini akan berakibat pada tenor yang sangat panjang. Dengan tenor yang panjang ini, tentu saja akan ada beberapa kerugian yang Anda dapatkan.

Dengan cicilan yang berkisar Rp 3 juta-5 juta per bulan, terhitung kurang lebih bisa mencapai tahun ke 8 agar kamu bisa melunaskan segala cicilan. Namun, faktanya menunjukkan mobil baru yang akan kamu gunakan untuk kebutuhan sehari-hari hanya bisa berusia paling lama sekitar lima tahun.

teen-driver
blog.toyotaforlando.com

Setelah itu biasanya mobil akan mengalami kerusakan atau hal lainnya yang tentu saja akan mengorek banyak uang kamu. Dengan penghasilan kamu yang hanya sekitar Rp 5 jutaan, ditambah dengan cicilan yang lumayan besar, bukannya tidak mungkin kamu akan kewalahan pada akhirnya. Hal inilah yang menjadi sebuah kelemahan pada pengajuan mobil dengan cicilan yang kecil.

2. Kondisi Keuangan

Selain tenor yang panjang, kamu pun tentu harus memikirkan tentang kebutuhan-kebutuhan lainnya. Sebut saja gaji Anda Rp 5 juta. Dalam perhitungan wajarnya, kamu harus menabung sekitar 20 persen untuk masa depan, setelah itu menabung untuk kebutuhan primer kamu selama sebulan ke depan.

Apabila kamu melakukan cicilan mobil pada saat itu, kamu bisa saja menghabiskan sekitar 50 persen gaji bulanan hanya untuk membayar cicilan mobil. Hal inilah yang akan memberi masalah bagi kamu. Mobil yang kamu inginkan bisa didapat, namun kebutuhan primer kamu tidak bisa terpenuhi.

3. Kemacetan dan Pemborosan Bensin

Fakta lainnya membuktikan saat ini kondisi Negara kita sedang dalam krisis kemacetan, apalagi yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Karena kemacetan tersebut, waktu tempuh menjadi sangat lama.

Bahkan dalam sebuah penelitian, apabila pembelian mobil terus meningkat, bukan tidak mungkin kemacetan akan semakin bertambah dan kecepatan pemakaian mobil pada tahun 2020 bisa mencapai 8 Km/jam. Tentu saja memiliki mobil akan membuat pengeluaran menjadi sangat sia-sia.

Terlebih lagi, hal ini pun memiliki dampak pada borosnya penggunaan bensin (BBM). Saat macet, mobil harus berjalan dengan gigi rendah, tentu saja ini akan membakar lebih banyak bensin karena gas yang ditekan relatif besar dan tidak stabil karena harus berhenti dan jalan terus selama macet.

Membeli Mobil Bukanlah kebutuhan Utama

Dengan mencicil mobil dengan gaji yang pas-pasan, tentu saja hal ini membuat gaji Anda akan terbagi dua saja, 50 persen untuk kebutuhan primer dan 50 persen untuk membayar cicilan mobil.

Lalu bagaimana dengan kebutuhan sekunder dan juga perawatan dan suku cadang mobil? Padahal, biasanya mobil harus selalu melakukan perawatan kurang lebih dua bulan sekali.

Dalam hal ini, kamu seharusnya bisa lebih berhati-hati dan juga teliti dalam mengambil sebuah cicilan mobil. Di beberapa kasus, cicilan mobil murah yang ditawarkan oleh sebuah produsen mobil, biasanya belum termasuk dengan biaya administrasi dan juga biaya pajak.

Sekali kamu setuju dengan cicilan dan uang muka yang ditawarkan pihak produsen, biasanya nilainya akan membengkak sampai hitungan berjuta-juta. Alasan yang digunakan adalah untuk biaya administrasi, asuransi, dan lainnya. Karena itu, pikirkan matang-matang sebelum memutuskan.

Advertisements