5 Pilihan Kota Low Budget buat yang Punya Mimpi Studi ke Luar Negeri

Siapa yang gak ingin kuliah di luar negeri? Saya juga mau. Jika kamu sudah punya mimpi dan bener-bener ingin kuliah di luar negeri, lalu bagaimana mewujudkannya? Jangan asal mimpi jika kamu gak tau seluk beluk kuliah di luar negeri. Hal terpenting selain biaya hidup jika kamu kuliah di luar negeri adalah besar kecilnya tuition fee alias biaya kuliah.
summer holidays, education, campus and teenage concept - smiling

Photo Cerdit : icytales.com
Harus diakui memang banyak faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan pilihan negara mana yang ingin kamu tinggali jika kuliah di luar negeri. Selain reputasi universitas, lokasi negara dan apa yang bisa kamu dapatkan setelah lulus kuliah nanti, faktor penting lain yang perlu dipertimbangkan baik-baik adalah BIAYA KULIAH.
Jelas, biaya kuliah di luar negeri lebih mahal daripada di biaya kuliah di dalam negeri. Buat kamu yang masih mempermasalahkan urusan biaya kuliah, jangan khawatir karena kami sudah susun urutan kota di dunia dengan biaya kuliah paling murah.

1. Taiwan

Taiwan menjadi kota yang paling pas untuk menduduki urutan pertama kota di dunia dengan biaya kuliah paling terjangkau. Di sini rata-rata biaya yang dibutuhkan adalah sekitar US$3,800 atau Rp. 52.440.000 untuk masuk ke salah satu dari 8 universitas berperingkat dunia. Taiwan memang bukan kota dengan biaya hidup termurah, akan tetapi jika dikonversi dari mata uang taiwan ke rupiah, maka 1 New Taiwan Dollar sama dengan sekitar Rp. 410.. cukup murah juga khan.
golden-taiwan
Photo Credit : lamacchiatravel.com
Gak hanya itu, Taiwan membuka kesempatan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi. Kamu dapat mendaftar di sekolah yang tergabung dalam ESIT (Elite Study In Taiwan). ESIT ini punya tujuan untuk meningkatkan kerja sama pendidikan antara Taiwan dengan negara-negara Asia Tenggara. Peran ESIT adalah sebagai jembatan antara pelajar mancanegara dengan perguruan tinggi di Taiwan. Hingga kini, 40 perguruan tinggi Taiwan tergabung dalam ESIT dan menyediakan 167 bidang studi dengan kurikulum taraf internasional yang berbahasa Inggris.
Tujuan dari Program Beasiswa Taiwan adalah untuk mendorong mahasiswa berprestasi untuk meneruskan jenjang pendidikan di Taiwan. Tunjangan beasiswa yang diterima antara lain Tunjangan Biaya Hidup untuk S1 akan diberikan sebesar NT$ 15.000,- ( setara USD$500 ) dan untuk S2 dan S3 akan diberikan sebesar NT$ 20.000,- ( setara USD$ 660 ). Sementara itu Menteri Pendidikan Taiwan akan memberikan dana sebesar NT$ 40.000,-/semester untuk setiap mahasiswa.
Ketentuan lainnya, apabila total biaya yang dibutuhkan melebihi jumlah tersebut, maka selisih biaya ditanggung oleh penerima beasiswa atau universitas tujuan. Dan, penerima beasiswa diharuskan untuk membayar biaya administrasi, premi asuransi, biaya akomodasi dan biaya internet.
Sederet nama universitas di Central Taiwan yang dapat kamu coba misalnya Chaoyang University of Technology, China Medical University, Chung Shan Medical University, National Changhua University of Education ataupun National Chin-Yi University of Technology.

2. Mexico City

Mexico city telah menjadi kota besar dan maju dengan 8 universitas berperingkat internasional yang biaya kuliahnya rata-rata US$4,000 atau sekitar Rp. 55.200.000 dengan biaya hidup yang cukup terjangkau. Untuk budget mahasiswa, biaya hidup di Mexico sehari bisa sekitar $75 atau setara Rp. 1.035.000 dan kamar penginapan standar mahasiswa $70 per bulan nya atau setara Rp. 966.000. Kuliah di sana, kamu dapat memilih untuk tinggal di homestay atau di asrama.Mata uang Mexico adalah Peso, jika dikonversi dari mata uang Meksiko ke Rupiah, maka 1 Peso setara dengan Rp. 756.

93931301Photo Credit : lonelyplanetimages.imgix.net

Pilihan Universitas di Meksiko antara lain : Universidad de las Americas (UDLA) di Mexico City, Institut Teknologi dan Perguruan Tinggi Monterrey, Universitas Michoacan San Nicolás de Hidalgo (UMSNH). Morelia, Michoacán, Universitas Guadalajara dan masih banyak lagi.Tantangan bahasa untuk belajar di Meksiko adalah at least kamu harus mengerti bahasa spanyol karena bahasa inggris bukan gak pernah digunakan, masyarakat meksiko ada juga yang menggunakan bahasa inggris, tapi sedikit.

3. Berlin

Jerman menjadi salah satu tujuan kuliah terpopuler untuk mahasiswa internasional karena ternyata, biaya kuliah di Jerman sangat terjangkau, salah satunya di Berlin.

Kota Berlin terkenal dengan banyaknya bangunan etnik berusia lanjut yang masih berdiri kokoh. Sehingga jika kamu kuliah di sana, kamu akan menikmati pemandangan tersebut. Selain itu, kota Berlin merupakan kota yang tepat bagi pelajar, karena memiliki sejumlah perguruan tinggi terbaik di dunia yang sangat kental dengan sikap toleransi, multikultural, serta kota yang kreatif.

berlinPhoto Credit : easyjet.com

Berlin menawarkan kuliah gratis untuk mahasiswa lokal dan internasional, tapi setiap semester mahasiswa akan dikenakan biaya administrasi mahasiswa, uang sosial dan semester ticket yang berlaku tidak wajib di setiap tempat. Keseluruhannya berkisar antara 50 sampai 200 Euro (atau sekitar Rp. 2 juta sampai Rp. 4 jutaan), tergantung kebijakan masing-masing universitas.Universitas Berlin yang paling digemari yakni Universitas Humboldt, Berlin. Universitas Humboldt termasuk yang tertua di Jerman, reputasi lembaga pendidikan yang berdiri di pusat kota Berlin ini antara lain didapat karena kiprah lulusannya, Otto von Bismarck, Heinrich Heine, Robert Koch dan aktivis HAM Amerika Serikat W.E.B. Dubois.

Selain itu, ada Universitas Teknik Berlin. Universitas Teknik Berlin memiliki reputasi sebagai wadah pendidikan di bidang teknik nomer wahid di Jerman. Terlebih dibandingkan München atau Hamburg, Berlin lebih unggul perihal biaya hidup yang terjangkau.
Berapa sih biaya hidup untuk mahasiswa yang tinggal di Berlin? Biaya hidup di Berlin termasuk asuransi dan biaya tambahan per bulan sekitar 650 Euro atau setara Rp. 12,5 juta namun dengan pola hidup dan normal kebanyakan mahasiswa Indonesia mengeluarkan biaya sampai dengan 250 Euro saja atau setara Rp. 5 juta an. Jumlah ini termasuk gak terlalu mahal bahkan bisa dibilang paling murah dibanding negara-negara Eropa Barat. Kamu akan merasakan kehidupan kuliah sambil bekerja, selain dapat tambahan ilmu, kamu akan dapat tambahan penghasilan.

4. Vienna

Vienna juga gak mau kalah dari Berlin, mereka mengratiskan tuition fee untuk mahasiswa dari eropa dan memberi mahasiswa luar eropa harga tuition fee murah. Dengan dua universitas berperingkat internasional, rata-rata biaya tuition fee untuk mahasiswa luar eropa sebesar US$500 per tahun.

hundertwasser-house-austria

Photo Credit : languages.utah.edu

The Vienna University, salah satu perguruan tinggi yang terletak di Wina yang didirikan pada tahun 1815 sebagai Imperial Royal Polytechnic Institute. The Vienna University memiliki delapan fakultas, antara lain Fakultas Perencanaan dan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Teknik Industri dan Mekanik, Fakultas Teknik Elektro dan Teknologi Indormasi, Fakultas Matematika dan Geoinformasi, Fakultas Fisika, Fakultas Teknik Kimia, dan Fakultas Sistem Informasi.

Kota dari negara yang berbatasan langsung dengan Swiss, Jerman, Italia, Slovenia, Slovakia dan Republik Ceko ini, memang menjadi kota yang terkurung daratan di wilayah Eropa Tengah. Berbagai keindahan tempat wisata yang ditawarkan, menjadikan Wina lebih ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Selain itu, Wina juga juga memiliki banyak universitas – universitas terbaik di dunia yang patut diacungi jempol. Hal inilah yang menyebabkan Wina, Austria banyak dijadikan alternative pilihan untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

5. Osaka

Jepang juga menjadi negara pilihan untuk melanjutkan studi karena kemajuan teknologi industri dan inovasi dalam ilmu pengetahuan menjadi daya tarik utama mereka. Pemerintah Jepang dan sejumlah perguruan tinggi terus melakukan perbaikan agar lebih banyak mahasiswa internasional (asing) yang bisa belajar di Jepang. Target pemerintah Jepang adalah 300.000 mahasiswa asing belajar di tahun 2020.

osaka

Photo Credit : http://listaka.com

Biaya kuliah, Jepang relatif sama dengan negara lain, bahkan cenderung lebih murah dibandingkan dengan Amerika atau Eropa. Dibanding Tokyo dan Kyoto, Osaka memiliki biaya kuliah lebih murah sebesar US$5,000 per tahun dibanding Tokyo $7,700 dan Kyoto $9,000. Untuk biaya hidup, Osaka juga masih lebih murah dengan kedua kota tadi dan kehidupan di Osaka tidak pernah berhenti siang malam.

Note : This article published in different title in Moola.id  nevertheless to give the spirit of stronger financial literacy everywhere

“Mudahnya jadi Perencana Keuangan Sendiri. Gak Perlu Gelar apalagi Tenar,  yang penting Sabar.”

Advertisements
%d bloggers like this: