Berkunjung ke Pulau Jeju, Korea Selatan

Aku tak akan melupakan Jeju Island, salah satu surga wisata Korea Selatan sebuah pulau terbesar dan satu-satunya provinsi berotonomi khusus juga Hawaii nya Korea.  Kami singgah 2 hari di pulau ini pada saat travelling ke Korea Selatan di awal bulan April 2016.

Menurut sejarah, pulau Jeju terbentuk 2 juta tahun lalu oleh aktivitas vulkanik sehingga di tengah-tengah pulau muncul Gunung Halla, gunung tertinggi di seluruh Korea.

wp-1461348818045

Photo credit : herkoreanthings

Jadi ingat shortmovie lava di intro film “Inside Out” yang singkat kisah cintanya menggunakan gunung berapi sebagai tokoh utama yang sendirian di tengah lautan luas dan setiap hari bernyanyi:

I have a dream I hope will come true.
That you’re here with me and I’m here with you. I wish that the earth, sea, the sky up above will send me someone to lava.

Ah, setelah mendengar nyanyian “I lava you” aku akan selalu mengingat pulau Jeju sebagai the loveisland.

image

Dah, cukup pose dua-duaannya..

So, How to get Jeju Island and how much does it cost?

Ada beberapa cara menuju Jeju Island, antara lain naik pesawat, naik bis nyambung ferry ataupun naik kereta nyambung ferry. Yang paling praktis adalah naik pesawat, sejam sudah sampai di Jeju. Harga tiket pesawat relatif tergantung maskapai penerbangannya. Kami ke Jeju pada weekend dengan pesawat asiana, tiket pesawat PP termasuk bagasi 20 kg sekitar Rp. 1 juta.

Tiba di Jeju sekitar jam 10 malam, sempat antri panjang di imigrasi karena pengunjung Jeju banyak sekali pas weekend, setelah lama cari taksi akhirnya bisa naik jumbo taksi yang muat ber7 sama drivernya. Oiya karena kemaleman nganter kami ke hotel, si driver taksi ngebut loooh..Alhamdulillah sampe juga di hotel malam itu.

Hotel kami tinggal selama di Jeju adalah Coop CityHotel yang beralamat di 474 Johamhaean-ro Jocheon-eup Jeju

image

Tarif per malam hotel berbintang 4 ini ada di kisaran $ 71 – $ 90. Lumayanlah untuk ukuran hotel berbintang.

image

Desainnya bagus, hotel ini berada di tepi jalan yang terletak di seberang pantai Hamdeok jadi view nya pantai gitu deh ..

image

image
View Pantai Hamdeok di depan Hotel

Jalan-jalan di Jeju harus sewa mobil

Ya, ini karena jarak antara tempat wisata satu dengan yang lainnya cukup jauh. Ada bis umum tapi haltenya terbatas dan gak persis turun di depan tempat wisatanya. Wisata Jeju kebanyakan adalah wisata alam dan untuk ke tempat wisatanya saja dari tempat parkir jalannya lumayan jauh, maka sewa mobil merupakan hal yang praktis.

Oiya, jika ingin mencoba taksi, maka kisaran harga jumbo taksi di Jeju sekitar 440,000KRW selama 2 hari city tour sudah termasuk biaya parkir, bensin dan makan siang supir.

Pulau Jeju dijuluki Samdado, “Pulau yang Berlimpah dengan Tiga Hal” yaitu : batu, wanita dan angin.

Tumpukan batu
Menyusuri sepanjang jalan di Jeju banyak sekali ditemui tumpukan batu yang disusun rapih baik di ladang, pantai dan tepi jalan. Ini karena pulau Jeju terbentuk oleh aktivitas vulkanik sehingga banyak sekali batu.

image

Ini adalah Chisatgae, kumpulan bebatuan yang membentuk persegi panjang di sepanjang pantai di Desa Daepo, antara Seogwipo dan Jungmun.

image

Ini merupakan patung khas Jeju Island. Orang Korea percaya jika yang memegang hidung patung ini nantinya akan diberikan anak laki-laki. Aku juga pernah nonton adegan nenek-nenek yang mengais hidung patung supaya dia mendapatkan cucu laki-laki.

image

Souvenir khas Jeju pun ala-ala batu. Kisaran harganya Rp. 50.000 – Rp. 200.000

Wanita Jeju
Sistem kekeluargaan di Jeju bersifat matriarkal, yakni tanggung jawab dalam pencarian kebutuhan rumah tangga adalah tanggung jawab seorang wanita.

Pria adalah raja (wang) 사람 은 왕 이다 salam eun wang ida dan Wanita adalah yang mengerjakan semuanya 여자는 모든 것을 yeojaneun modeun geos-eul

Di sekitar pantai-pantai di Jeju, banyak terdapat wanita yang sering disebut dengan Haenyo atau Wanita Penyelam yang mencari makanan laut seperti gurita, abalone, cumi kerang, dan rumput laut.

image

image

image

Ini ilustrasi haenyeo di women diver museum of Jeju.

Para Haenyo rata-rata berumur 65 sampai 80 tahun, yang memiliki kemampuan menyelam dengan kedalaman 10 hingga 20 meter.

Angin kencang bertiup
Suhu berangin di Jeju dapat bervariasi, mulai dari tropis sampai subtriopis. Suhu rata-rata per tahunnya adalah 14,6 °C dan 4,7° di musim dingin. Kencangnya angin di Jeju sudah dapat saya rasakan pada saat pesawat akan landing, pada saat di sunrise peak, chisatgae dan glass castle terasa banget angin kencangnya.

image

image

Jeju memiliki banyak objek wisata menarik, satu yang paling membuat saya penasaran pada awalnya adalah mysterious road atau yang juga dikenal dengan Dokkaebi Road atau jalan berhantu.

image

Jalan sepanjang 50 m yang terletak di sebuah bukit di kaki gunung dan menghubungkan dua jalan raya utama di Jeju sebenarnya hanya ilusi aja. Mobil yang diparkir dalam kondisi netral mampu berjalan sendiri tanpa dikendalikan sopirnya.

image

Sebut saja ilusi optikal, jalanan terlihat menanjak padahal sebenarnya menurun karena jalanan itu dikelilingi dataran tinggi. Dengan kata lain, mata melihat jalanan itu menanjak atau naik, padahal sebenarnya tidak.

Apa lagi objek wisata di Jeju selain Mysterious Road? Yuks amati terus cerita saya ini..

Glass castle

image

Hellokitty Island Cafe and Museum

image

Teddybear Museum

image

Kampung Seongeup, kampung tradisional yang mempertahankan gaya hidup khas rakyat Jeju. Terletak sebelah barat daya Seongsan, Jeju bagian timur.

Gelanggang Pacuan Kuda Jeju, didirikan oleh Asosiasi Pacuan Kuda Korea untuk mengembangkan olahraga berkuda di Jeju. Pacuan kuda diadakan seminggu sekali tiap hari Sabtu di tempat ini.

Sunrise peak
Dikenal dengan nama Seongsan Ilchullbong atau Puncak Matahari Terbit adalah kawah gunung berapi yang memiliki luas 99.000 m² dan tinggi 182 m di sebelah timur Jeju.

image

Manjanggul (Gua Manjang), gua yang terbentuk dari aktivitas gunung berapi. Terletak di Desa Donggimnyeong, Kecamatan Gujwa, Kabupaten Jeju Utara, 30 km timur Kota Jeju. Dikenal akan stalaktit-stalaktit sepanjang 70 cm dan batu-batu dari lahar yang sudah membeku.

Jeju hanya berjarak 90 menit dari Shanghai bila menggunakan pesawat.Pengunjung dari daratan Tiongkok memang menjadi target wisata Jeju.Data yang dikeluarkan Bloomberg Businesweek, setiap tahun rata-rata 2.3 juta turis asing melancong ke Pulau Jeju, 78% berasal dari Tiongkok.

“Mudahnya Menjadi Perencana Keuangan Sendiri. Gak Perlu Gelar apalagi Tenar, yang penting Sabar.”

Advertisements

3 Comments

  1. Tatang supriyadi says:

    Jeju memang indah.. Tahun 2012 saya kesana , walau ada badai samba, tdk mengurangi keindahannya..

    1. Onceke Jeju, ingin rasanya ke sana lagi..memang

Comments are closed.