(Guest Post) Who Want to be Financial Planner ?

Siapa yang mau jadi Perencana Keuangan?

Mungkin siapapun akan berpikir dua kali untuk memiliki profesi sebagai seorang perencana keuangan, karena ketika kamu bermimpi untuk menjadi seorang perencana keuangan,maka kamu memilih kehidupan yang penuh tantangan dan kerja keras.

Guest Post ini ditulis oleh Mohamad Andoko President Director PT Cerdas Keuangan Indonesia and Commisioner OneShildt Financial Planning

Dilain pihak, profesi perencana keuangan akan membuat kamu memiliki pekerjaan impian. Kamu akan memiliki kemampuan mengelola keuanganmu dan klien, kamu akan mencintai pekerjaannya, kamu akan memiliki banyak networking dan akan ada orang yang akan membayar apa yang kamu lakukan.

Jika kamu memilih profesi ini, apakah sudah terpikir sebuah peta jalan menuju profesi perencana keuangan, sebuah profesi impian kamu? Apakah sudah terpikir bagaimana cara untuk menjadi seorang perencana keuangan yang sukses ? Melalui tulisan ini saya akan berbagi pengalaman saya merintis karier sebagai seorang perencana keuangan dari awal sampai sekarang.

Mungkin kamu ingat sebuah acara kuis di televisi yang berjudul “Who Wants to be a Millionaire”.  Ketika kamu mengikuti kuis tersebut tentu saja ada langkah-langkah yang harus kamu lalui.  Begitu halnya dengan menjadi seorang perencana keuangan, ada serangkaian langkah-langkah yang harus diikuti. Saat ini profesi perencana keuangan di Indonesia mulai banyak diminati oleh para profesional di bidang industri jasa keuangan maupun para profesional yang terkait dengan jasa keuangan.

Langkah-langkah apa saja yang harus kamu lakukan untuk menjadi perencana keuangan dan apa saja yang dilakukan seorang perencana keuangan?

cfp_sign-of-good-advice_email-signature1

1. Memiliki salah satu sertifikasi  perencana keuangan

Sertifikasi perencana keuangan dibutuhkan untuk mengetahui kompetensi seorang perencana keuangan, sebuah profesi yang bukan hanya diakui di negara ini melainkan juga dunia internasional.  Untuk bisa memiliki sertifikasi ini maka kamu harus mengikuti beberapa pendidikan perencanaan keuangan yang diadakan oleh beberapa institusi pendidikan. Setelah selesai pendidikan kamu wajib mengikuti ujian sertifikasi dan apabila lulus maka kamu berhak mendapatkan nama gelar perencanaan keuangan sesuai dengan institusi atau lembaga yang mengeluarkan.  Ada banyak gelar perencana keuangan yang dapat kamu miliki, saya pribadi memilih Certified Financial Planner atau CFP.

2. Memperkenalkan diri

Ada beberapa cara untuk memperkenalkan diri kamu sebagai perencana keuangan antara lain  membuat website, menulis tentang seputar perencanaan keuangan di beberapa media cetak, bergabung di asosiasi perencanaan keuangan, mengikuti komunitas, aktif memberikan tips di sosial media atau bekerja di salah satu perusahaan perencanaan keuangan yang sudah ada.

financial-planner
Photo Credit : money101.co.za

 

Cara-cara ini sangat baik dilakukan untuk perencana keuangan pemula agar mendapat tempat di industri perencanaan keuangan. Cara yang saya lakukan pertama kali adalah membuat firma yang menawarkan jasa perencana keuangan bersama partner saya, alhamdulillah sekarang sudah berkembang menjadi sebuah perusahaan jasa perencana keuangan dengan beberapa partner hebat lainnya.

3. Membuat suatu event seminar atau training

Apabila kamu sudah semakin banyak dikenal oleh masyarakat, maka ini saatnya buatmu untuk membuat event seminar atau training. Tujuannya adalah untuk berbagi pengetahuan perencanaan keuangan kamu kepada masyarakat dan pada saat yang bersamaan bisa dijadikan sebagai bagian dari promosi.  Seiring waktu, seminar atau training kamu semakin banyak diketahui oleh masyarakat dan kamu akan memberikan harga dari seminar atau training kamu. Saya ingat saat membuat seminar saya di sebuah tempat yang sederhana dengan mengundang beberapa teman dekat untuk hadir. Saat itu saya berbagi pengetahuan perencanaan keuangan secara simpel aja.

4. Memberikan konsultasi perencanaan keuangan

Konsultasi perencana keuangan merupakan salah satu pekerjaan perencana keuangan yang menantang karena pekerjaan ini bukan hanya mengandalkan kemampuan teknis sebagai perencana keuangan melainkan juga kemampuan komunikasi. Konsultasi perencana keuangan juga merupakan salah satu sumber untuk membuat perencana keuangan menjadi jauh lebih cerdas karena klien kamu akan memiliki banyak masalah keuangan yang harus diselesaikan. Ini membuat seorang perencana keuangan kaya akan solusi dari masalah keuangan kliennya. Klien pertama saya adalah seorang teman yang berniat untuk mewujudkan impian hidupnya dan meminta bantuan saya untuk dibuatkan sebuah rencana keuangan atau financial plan.

5. Membuat perusahaan perencanaan keuangan

Apabila klien kamu sudah bertambah dan semakin banyak, maka kamu dan bisnismu sudah lebih banyak dikenal oleh masyarakat. Saat bisnis perencanaan keuanganmu semakin meningkat sudah tiba saatnya kamu membentuk suatu badan hukum yang mandiri atau independen.

Pengertian perencana keuangan independen adalah perencana keuangan yang memberikan jasa dalam bentuk konsultasi kepada klien dan tidak terikat terhadap perusahaan jasa keuangan manapun. Perencana keuangan independen ke depan akan semakin banyak peranannya bagi industri jasa keuangan maupun bagi masyarakat. Bagi masyarakat, perencana keuangan independen bisa dijadikan sebagai referensi dalam melakukan perencanaan keuangan mereka terutama dalam memberikan pencerahan terhadap produk-produk keuangan yang semakin banyak.  Dan pada akhirnya masyarakat sendiri yang akan memilih produk-produk keuangan tersebut.

brosur-cfp-30-juli-3-sept-2016-slide
Photo Credit : oneshildt.com

 

Oiya, di Indonesia sendiri ada yang namanya Independent Financial Planners Club (IFPC). IFPC ini didirikan pada tanggal  9 September 2009 oleh 9 Firma  perencanaan keuangan independen dan perusahaan kami,  OneShildt Financial menjadi bagian dari IFPC.

Beberapa pertanyaan yang harus dapat dijawab dengan baik oleh seorang Perencana Keuangan

Jika seorang  klien memutuskan bahwa dirinya akan memakai jasa profesional untuk membantu perencanaan keuangan dan investasi, maka klien akan mengatur pertemuan perdana dan menyiapkan beberapa pertanyaan yang nantinya akan menjadi dasar pertimbangan pilihan mereka.

Pertanyaan ini mungkin simpel dan dimaksudkan untuk memberikan intuisi yang baik tentang latar belakang, struktur bisnis, gaya konsultasi dan kualifikasi dari perencana keuangan mana yang akan dipilih.

1. Apa kualifikasi profesi kamu dan gelar, termasuk juga latar belakang pendidikan formal kamu?

Seorang Financial Planner yang telah memiliki satu atau lebih gelar profesi cenderung lebih mempunyai komitmen untuk bekerja lebih profesional. Ada beberapa jenis gelar profesi keuangan yang dikenal di Indonesia antara lain :

Certified Financial Planner (CFP),
Chartered Financial Analyst (CFA),
Certified Public Accountant (CPA),
Chartered Financial Consultant (ChFC).

Seorang klien pasti akan bertanya hal ini karena dengan mengetahui pendidikan dan pengalaman yang telah dijalani oleh seorang perencana keuangan maka klien akan dapat mengindikasikan tingkatan kemahiran, pengetahuan umum, dan kemampuannya menyelesaikan masalah seorang perencana keuangan.

2. Sudah berapa lama kamu menjadi seorang perencana keuangan dan berapa banyak klien yang sudah kamu tangani serta berapa rupiah uang yang sudah kamu kelola?

Jawaban atas informasi tadi akan membantu seorang klien mengevaluasi level perencana keuangan dan tingkat kesuksesannya. Klien pasti akan menghindari seorang perencana keuangan yang sama sekali belum punya pengalaman, tidak punya klien atau terlalu banyak klien yangditangani. Umumnya, perencana keuangan yang baik mempunyai lebih banyak dana klien yang terkelola dengan baik.

3. Bagaimanakah klien yang ideal menurut kacamata seorang perencana keuangan?

Pertanyaan ini dapat membantu seorang klien mengerti tingkat idealitas klien menurut seorang perencana keuangan. Jangan sampe juga ketemu klien yang aneh, akan jauh lebih baik jika klien juga menyesuaikan diri dengan kerangka idealitas perencana keuangan sehingga klien dan perencana keuangan akan mendapat manfaat yang kurang lebih sama.

4. Bagaimana kamu sebagai perencana keuangan memperoleh kompensasi?

Perencana keuangan umumnya memperoleh kompensasi dengan cara yang bermacam-macam. Seorang klien perlu mengetahui dengan pasti bagaimana seorang perencana keuangan dibayar atas jasa yang ia berikan. Seorang klien akan memutuskan salah satu cara pembayaran yang menurutnya sesuai. Kedepannya, kejelasan mengenai kompensasi ini akan menghindari terjadinya potensi conflict of interest , gagal bayar atau berbagai alasan lainnya.

5. Siapa yang akan menangani rekening atau akun keuangan klien?

Beberapa perusahaan perencanaan keuangan mungkin akan menugaskan tim profesional atau staff back office. Firma perencaan keuangan yang lebih kecil biasanya hanya memiliki satu Financial Planner untuk satu orang klien. Semakin besar firma akan semakin banyak klien. Tergantung sistem yang dijalankan pada firma tersebut.

6. Bagaimana cara kamu sebagai seorang perencana keuangan melakukan komunikasi kepada klien?

Sangatlah penting bagi klien, untuk mendapatkan komunikasi yang rutin, jelas dan akurat. Klien juga seharusnya menjadi tenang dan yakin kapanpun perencana keuangannya dapat dihubungi untuk sekedar berdiskusi segala sesuatu yang terkait dengan pelayanannya.

7. Jasa apa saja yang kamu sediakan?

Beberapa perencana keuangan hanya menawarkan jasa asset manajemen saja padahal perencana keuangan yang lain dapat menawarkan jasa yang lebih komplit dan beragam. Pertanyaan ini untuk memastikan saja. Ada baiknya juga seorang klien tahu benar jenis-jenis jasa apa saja yang disediakan oleh perencana keuangan sebelum ia menjadi seorang klien.

8. Apa yang menjadi filosofi kamu dalam melakukan investasi dan perencanaan keuangan.

Ada berbagai variasi dari beragam jenis investasi dan pendekatan perencanaan keuangan. Penting untuk seorang klien mengetahui apakah cara seorang perencana keuangan yang ia percaya dalam mengelola keuangan klien sudah konsisten dan sesuai dengan gaya investasi klien. Jangan sampai klien merasa dirugikan karena rekomendasi yang diberikan perencana keuangan jauh dibawah ekspektasi klien nya atau malah menuju ke sebuah skema investasi bodong yang sangat merugikan. Jika seorang klien  tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, tidak mengapa, akan tetapi hal ini sangat berpengaruh untuk hubungan jangka panjang klien dan perencana keuangan.

9. Apakah kamu sebagai perencana keuangan mengelola dan melakukan custody pada aset klien?

Keamanan akan aset anda adalah hak imperatif anda. Jika jasa yang anda dapatkan hanya perencanaan saja, bukan pengelolaan dana, pertanyaan ini dapat anda abaikan dulu.

10. Apa yang membuat kamu berbeda dari perencana keuangan yang lain?

Seorang perencana keuangan yang baik akan mengatakan keunikan yang ia miliki dibanding perencana keuangan lain. Pertanyaan ini akan memberikan kamu kesempatan untuk mengidentifikasi diri dan mengungkap kelebihan yang memberikan klien lebih banyak jalan untuk membuat assesment.

Dengan mengetahui langkah-langkah dan daftar pertanyaan tadi, kamu diharapkan dapat berfikir bahwa perencana keuangan akan membuat kamu memiliki pekerjaan impian sehingga tergambar jelas peta jalan menuju profesi perencana keuangan, sebuah profesi impian kamu.

Mohamad Andoko Perencana Keuangan

Advertisements