Perjuangan Melawan Mindset

Oleh : Neni Waznani, pengusaha online

Saya mau berbagi sedikit ya tentang perjuangan saya mengelola keuangan.

 

Perjuangan saya yang paling besar adalah melawan mindset suami yang berprinsip “gimana nanti” dan mementingkan life style.

Sedangkan saya termasuk orang yang berprinsip “nanti gimana” dan lebih berpikir panjang kalo mau shopping-shopping.
Karena berprinsip “gimana nanti” suami jadi tidak berpikiran jauh ke masa depan, Uang gaji selalu habis dan habis karena saya hanya dikasih pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari.

Alhamdulillah pada tahun 2007 , suami saya dapat jabatan yang bagus di perusahaan yang baru dengan gaji 2x lipat gaji sebelumnya.

Karena suami type orang yang “gimana nanti”  jadi kalo sisa gajinya diminta buat ditabungin pasti dia gak kasih, dia lebih suka uang dipake buat senang-senang, jalan-jalan dan belanja-belanja kebutuhan konsumtif.

Akhirnya saya pake strategi…

 

Saya bilang aja kalo saya mau ganti mobil Honda Jazz, mobil sebelumnya (kia visto) baru 3 tahun yang lalu belinya dan beli baru, padahal masih oke banget.
Pikir saya daripada uang habis gak jelas, mending buat beli mobil.
Seperti dugaanku, suami menyetujuinya…

Alhamdulillah, cicilan mobil sebesar 7.3 juta per bulan selama 12 bulan (DP dari hasil penjualan mobil sebelumnya) dikasih oleh suami.

Alhamdulillah mobil lunas, tapi sebelum-sebelumnya saya sudah bilang (setengah memohon) ke suami supaya uang bulanan jangan dipotong walopun mobil sudah lunas, karena saya mau punya tabungan untuk sekolah anak-anak sampe mereka lulus kuliah dan akhirnya suami dengan berat hati menyetujuinya…
Alhamdulillah. Akhirnya saya bisa menabung 6 juta per bulan, 1 juta saya sisihkan buat kebutuhan pribadi, karena selama ini hampir-hampir gak pernah punya dana yang leluasa untuk beli bedak, baju-baju atau sepatu….walaupun akhirnya masih ada sisa juga dari dana dari 1 juta itu dan saya masukan lagi ke tabungan.

Pucuk dicinta ulampun tiba…setelah 1 tahun menabung, ada tanah (luas 88m2) dekat rumah yang mau dijual, kesempatan langka bisa beli tanah kosong di Jakarta…

Akhirnya saya memberanikan untuk beli tanah tersebut…dan Alhamdulillahnya suami mau nambahin kekurangannya dari uang bonusnya.

Setelah urusan beli tanah selesai, menabung dilanjutkan lagi, Alhamdulillah setahun kemudian sesuai perhitungan, saya mulai memberanikan diri membangun rumah kontrakan 4 pintu…kebetulan ada toko material yang bisa dicicil pembayarannya karena si engkohnya kenal baik dengan keluarga besar saya..

Tabungan saya gunakan untuk bayar tenaga tukang dan bahan2 material yang gak dijual di toko tersebut…sisanya utang dengan toko material, bayarnya dicicil selama 1.5 tahun.

Dua tahun kemudian Alhamdulillah rumah kontrakan selesai, utang lunas, dan dapat tambahan income sebesar 3 juta / bulan dari uang kontrakan. Jadi dalam 1 bulan saya bisa nabung 10 juta.
Setahun kemudian dengan tabungan yang terkumpul, saya merenovasi rumah yang saya tempati. Karena sejak dibangun 10 tahun yang lalu belum pernh direnovasi. Suami saya gak nambahin sepeserpun…ya gak apa apa lah…bismillah aja semoga biaya renovasi tidak membengkak.
Alhamdulillah rumah sudah rapih, kontrakan sudah ada, tapi saya tetap disiplin menabung. Sekarang saya mulai menabung dalam bentuk Logam Mulia.

Saya berfikir sepertinya sudah tidak mungkin investasi di Jakarta karena harga  tanah sudah sangat mahal sedangkan investasi yg di luar jakarta agak males juga hunting lokasinya.

Setelah terkumpul LM 300 gram, iseng-iseng saya buka-buka informasi apartemen yang dijual…kebetulan dekat rumah saya ada Apartemen Grand Pakubuwono terrace yang sedang dibangun, tapi 99% sudah sold, jadi kalo pun ada yang dijual paling unit milik spekulan dimana harga sudah naik 100jutaan per unitnya.

Saya tidak mau beli unit dari spekulan…akhirnya setelah berhari2 searching, akhirnya nemu juga iklan di olx.com, unit yang dijual oleh pemilik karena pemilik tidak sanggup meneruskan cicilan dan dia menjual unit dengan harga modal, tidak ambil untung sepeserpun. Cuma unit ini aja yang dijual modal, type studio, yang lainnya jual untung.

Akhirnya saya pun memberanikan diri membeli unit studio tersebut, DP sebesar 150jt saya ambil dari menjual LM saya yang 300gr itu, sisanya cicilan sebesar 12.4 juta / bulan selama 18 bln.

Alhamdulillah dengan  kedisiplinan yang tinggi akhirnya lunas juga cicilan apartemen tersebut dan tidak pernah nunggak cicilan barang 1 hari pun. Tapi apartemen tersebut  sampe sekarang belum selesai pembangunannya…masih dalam proses finishing. Semoga akhir mid 2017 sudah bisa disewakan. Aamiin..

Oya sejak 2 tahun yang lalu saya usaha online shop dan hasilnya saya belikan LM dan tanah juga seluas 480m2 di daerah cikarang. Invest yang ini agak nekat sebetulnya karena lokasi jauh dari rmh, tapi tanah yang saya beli ini tanah staf suami saya dan dia yang mengurus semua surat2.  AJB dan PBB sudah selesai, sekarang tinggal menunggu sertifikat saja.

Sekian cerita dari saya…maaf kalo terlalu panjang ceritanya 😂😂

Advertisements